Ngawi (beritajatim.com) – Mal Pelayanan Publik Ngawi sudah selesai 100 persen per 5 Desember 2023 sesuai tanggal kontrak. Pun, bakal diresmikan pada 11 Desember 2023. Rencananya, bakal ada 30 instansi yang memberikan pelayanan di gedung yang terletak di sebelah barat Perempatan Kartonyono Ngawi itu.
Diketahui, 30 instansi yang bakal membuka pelayanan di MPP Ngawi meliputi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Polres Ngawi, Samsat, Kemenkumham/ Imigrasi, Kementerian Agama, Pengadilan Agama.
Serta, Dinas Lingkungan Hidup, ATR/BPN, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PLN, Perumdam Ngawi, PT Pos Indonesia, Badan Keuangan, KPP Pratama, Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan Transmigrasi, Dinas Perhubungan, Bank Syariah Ngawi, Bank Jatim, BRI, Baznas, Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta Layanan Pengadaan Secara Elektronik.
Kemudian, fasilitas yang ada di MPP meliputi. Resepsionis, Priority Seat, Ruang Bermain Anak, Ruang Laktasi, Musala, 8 toilet umum dan satu toilet difabel.
Kabid Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ngawi Yesi Widyarti mengatakan, untuk pekerjaan bangunan sudah selesai sejak akhir November 2023 lalu. Saat ini, pihaknya masih melakukan finishing dalam pengisian furniture. “Furniture sudah juga sudah selesai. Kemungkinan tanggal 10 Desember 2023 sudah bersih dan siap diresmikan,” kata Yesi saat ditemui di MPP Ngawi, Selasa (5/12/2023).
Rupanya, tak hanya menyediakan pelayanan untuk masyarakat, ternyata ada pula co-working space yang tersedia di lantai satu sayap barat. Sementara, lantai satu sayap timur digunakan untuk UMKM. “Lantai dua untuk pelayanan publiknya. Total ada 21 plong. Untuk 30 lebih pelayanan. Jadi, kemungkinan akan ada 1 dinas yang menggunakan 3 plong sekaligus, ada yang satu plong untuk berdua. Ada yang satu plong untuk satu pelayanan,” lanjutnya.
Namun, itu nanti jadi kewenangan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Utamanya untuk penataan pelayanan. “Jadi nanti settingan pelayanan akan dievaluasi oleh DPMPTSP. Untuk detailnya di DPMPTSP ya,” pungkas Yesi. Kemungkinan besar, jumlah instansi yang membuka pelayanan di MPP Ngawi masih bertambah. [fiq/kun]
BACA JUGA: 11 Desember 2023, Pelayanan Dispencapil Ngawi Pindah ke MPP






