Ponorogo (beritajatim.com) – Sakit hati, itulah motif dari Hartono, pelaku pembunuhan terhadap Alip Rahayu Arianti, yang mayatnya ditemukan warga di hutan Goa Lowo Kecamatan Sampung Ponorogo pada Selasa (12/8/2025) lalu.
Hartono yang merupakan suami Alip, langsung emosi, saat korban mengeluarkan kata-kata yang intinya menghina martabat dan harga diri dari ibu pelaku.
“Motifnya sakit hati, korban dan pelaku ini kan suami istri. Jadi pelaku sakit hati karena ucapan korban menghina orang tua pelaku,” kata Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Kamis (14/8/2025).
Ucapan korban yang menghina ibu pelaku itu, terjadi saat keduanya berboncengan dengan sepeda motor. Sebelumnya, pada Selasa (12/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, korban menelepon pelaku untuk dijemput di dekat perempatan lampu merah Somoroto Kecamatan Kauman Ponorogo.
Saat itu, pelaku langsung ngebut dan sesampainya di lokasi penjemputan, korban langsung dibonceng.
Nah, diperjalanan itu keduanya saling marah dan cekcok. Hingga kata-kata hinaan ke ibu pelaku terlontar dari mulut korban.
Pelaku pun langsung emosi dan membelokkan sepeda motoronya dengan kencang menuju arah Kecamatan Sampung.
Sampai di timur Goa Lowo, pelaku membelokkan ke kiri masuk 300 meter ke dalam hutan dan berhenti di sebuah gubuk. Di tempat itulah pelaku menganiaya korban hingga meninggal tewas dan mayatnya dibuang tidak jauh dari gubuk tersebut.
“Barang bukti yang diamankan diantaranya satu buah potongan kabel warna hitam yang digunakan untuk menjerat leher korban. Kemudian ada celana dalam warna ungu, celana pendek warna krem, dan KTP milik korban,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Ponorogo bergerak cepat membongkar misteri kematian Alip Rahayu Arianti (30), janda satu anak asal Dukuh Panjing, Desa/Kecamatan Bandar, Pacitan.
Kurang dari 8 jam setelah jasadnya ditemukan di kawasan hutan Goa Lowo, Sampung, polisi berhasil menangkap pelaku yang ternyata adalah suami korban sendiri, bernama Hartono.
“Tidak sampai 8 jam, pelaku pembunuhan perempuan di hutan Goa Lowo sudah kami amankan. Pelaku tidak lain adalah suami korban,” tegas Kapolres Ponorogo.
Pelaku yang bertato di tangan itu dibekuk di sebuah kos-kosan di Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Hasil penyelidikan mengungkap, pembunuhan terjadi di sebuah gubuk tak jauh dari lokasi jasad korban ditemukan warga. (end/ted)






