Blitar (beritajatim.com) – Momen lucu terjadi saat Menteri Sosial Tri Rismaharini berkunjung ke rumah Sasmiati di Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar.
Disana Mensos diminta oleh anak Sasmiati yang mengalami keterbelakangan mental untuk membenahi jalan rusak di desanya.
Saat itu Risma bertanya kepada dua anak Sasmiati mengenai bantuan apa yang diperlukan untuk menunjang aktivitas sekolahnya. “Perlu apa lagi,” ucap Lirih Risma.
Tidak disangka anak Sasmiati yang mengalami keterbelakangan mental berucap bahwa dirinya minta agar jalan desanya diperbaiki. Hal itu pun sontak mengundang tawa dan tepuk tangan dari warga sekitar yang juga ikut menemani anak Sasmiati bertemu dengan Mensos.
“Minta jalannya diaspal,” ucap salah satu anak Sasmiati yang mengalami keterbelakangan mental.
Diketahui kedua anak Sasmiati yang mengalami keterbelakangan mental ini setiap hari harus berjalan kaki 4 hingga 5 kilometer demi bisa mengenyam pendidikan di salah sekolah luar biasa (SLB). Jalanan rusak dan berdebu memang menjadi akses utama yang harus ditempuh oleh keduanya jika ingin mengenyam pendidikan di SLB.
Baca Juga:
Mensos Urus Langsung Satu Keluarga Alami Keterbelakangan Mental di Blitar
Hal itu pun diduga menjadi pendorong keduanya meminta Mensos untuk memperbaiki jalan yang rusak di desanya. Apa yang diungkapkan oleh anak keterbelakangan mental tersebut tentu sangat didukung oleh warga sekitar.
“Ya mungkin karena jalannya kan rusak jadi tadi anaknya minta bu Menteri untuk memperbaiki jalan,” ucap Kepala Desa Pagerwojo, Mujiadi.
Menurut Mujiadi, kondisi jalan rusak di desanya memang sudah terjadi sejak lama. Kondisi jalan semakin parah saat musim kemarau ini.
Pemerintah desa sendiri sebetulnya sudah berusaha melakukan perbaikan dengan cara meminta bantuan ke Pemkab Blitar namun hingga kini jalan tersebut juga belum kunjung diperbaiki.
“Pihak desa sebenarnya juga sudah berupaya tapi memang belum bisa memperbaiki mau gimana lagi,” tutupnya.
Jalan di wilayah Kabupaten Blitar sendiri memang masih banyak yang rusak dan berlubang. Mayoritas masyarakat Kabupaten Blitar pun menginginkan Bupati Blitar untuk segera memperbaiki jalan rusak di wilayahnya.
Sejumlah protes terkait jalan rusak pun juga terus bermunculan dari masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang terjadi selama ini. (owi/ted)






