Surabaya (beritajatim.com) – Dalam satu dekade terakhir, kehebatan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi menjadi dua pemain yang bersaing di takhta pemain terbaik di dunia. Bahkan sejumlah 12 trofi Ballon d’Or sudah berhasil diraih keduanya sepanjang sejarah, meski dominasi tersebut sempat dipatahkan Luka Modric pada tahun 2018 silam.
Kedua pemain itu memang bersaing ketat, namun Ronaldo mengakui hubungannya dengan Messi baik-baik saja. Dilansir dari media totalfootball, bintang Portugal mengatakan jika tak menutup kemungkinan akan menjamu makan malam bersama. Tentunya akan jadi tontonan menarik lagi jika Ronaldo dan Messi merumput dalam satu tim yang sama.
Namun jauh sebelum impian itu, konsep dua pemain fenomenal berada dalam satu tim sama sudah terwujud pada tahun 1997 silam. Ronaldo Nazario yang lahir di Brasil berada satu tim dengan bintang asal Argentina, Gabriel Batistuta.
Batistuta kala itu berstatus striker sensasional Serie A yang membela Fiorentina. Batigol juluknya, tak hanya diandalkan publik Laviola, tetapi juga Tim Nasional Argentina. Sementara itu, Ronaldo yang kala itu berusia 21 tahun merupakan salah satu prospek yang paling menjanjikan.
Ronaldo Nazario merupakan pemain termahal dunia di tahun tersebut, saat itu Inter Milan menebusnya dari Barcelona dengan mahar 19 juta poundsterling. Dalam sebuah pertandingan persahabatan yang digelar oleh FIFA satu tahun jelang gelaran Piala Dunia 1998 edisi Prancis tersebut, Batigol dan El Fenomeno tampil sebagai starter.
Kedua pemain itu lantas memimpin lini depan Rest of World XI menghadapi Europe XI. Europe Xl yang diperkuat Zinedine Zidane membuka skor di awal pertandingan lewat sontekan Marius Lacatus. Namun, gol itu membuat kubu Rest of World XI untuk tampil lebih garang, alhasil penyerang Kolombia, Anthony de Avila mengonversi umpan Ronaldo menjadi gol.
Ronaldo mengganas, dia membalikkan skor lewat golnya pada menit ke-21. Tak berhenti di sana, ia juga memberikan assist kepada Batistuta yang melepaskan tembakan akurat pada tiang jauh gawang Europe Xl yang dijaga Andreas Kopke asal Jerman, skor berubah 3-1 untuk Rest of World XI.
Pada menit ke-36, Batistuta dan Ronaldo kembali menggila. El Fenomeno lagi-lagi membukukan assist untuk Batigol. Umpan cungkil pada di sudut sempit tak disia-siakan Batistuta untuk mengoyak gawang lawan
Puncaknya, jelang turun minum, umpan panjang Batistuta dari sisi kiri serangan dituntaskan oleh Ronaldo memanfaatkan kecepatannya. Tendangan itu lantas melewati kiper dan berakselerasi hingga mulut gawang yang telah kosong. Alhasil skor 5-1 menutup babak pertama.
Usai babak pertama, Batistuta ditarik keluar dan digantikan oleh pemain asal Jamaika, Deon Burton. 45 menit di babak pertama tersebut lantas menjadi saksi duet maut Ronaldo dan Batistuta dalam sebuah pertandingan persahabatan.
Di babak kedua, Zidane kembali membuat gol dan menutup skor menjadi 5-2, pertandingan pun dimenangkan oleh tim Rest of World XI. Jika mengaca pada peristiwa itu, tentunya di masa depan para penggemar sepakbola mungkin akan mendapat kesempatan untuk melihat setidaknya sekali seumur hidup duet legendaris Batigol-Ronaldo di replika oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, mungkin saja. [dan/esd]






