Tuban (beritajatim.com) – Jejak Lestari Rengel kembali membuat gebrakan baru dengan menyajikan wisata alam bukit di Kecamatan Rengel yang kini menjadi ikon potensi desa yang dikemas melalui kegiatan Ramadan Camp tahun 2026.
Jejak Lestari Rengel sendiri merupakan sekelompok pemuda yang aktif banget menyuarakan tolak tambang liar di wilayah Kecamatan Rengel dan sekitarnya. Dengan merawat bumi, mencintai lingkungan, terciptalah bukit Pencit yang dikenal dengan Puncak Baswara.
Pendakian di Puncak Baswara juga sebelumnya viral di media sosial, hingga penelusurannya di Goa Njaten yang juga tak kalah viralnya. Kini, mereka kembali menghidupkan Puncak Baswara dengan bermalam sambil berbuka puasa dan sahur bersama.
Ketua Jejak Lestari Rengel, M. Naufal Ilham S mengatakan bahwa alasan mengapa membuat kegiatan Ramadan Camp yakni untuk mencoba suasana baru di Puncak Baswara, yang biasanya para pendaki hanya bisa menikmati sampai sore hari saja.
“Kami sudah ketiga kalinya ini mencoba bermalam atau camp di Puncak Baswara ternyata lebih bagus karena bisa melihat keindahan City light,” ujar Ilham sapanya. Minggu (01/03/2026).
Selain itu, bertepatan dengan momen bulan Ramadan, ia ingin membagikan kebersamaan momen ini bersama pendaki yang lain dengan menikmati pemandangan City Light.
“Alhamdulilah ternyata antusiasnya banyak banget yang mau ikut karena bisa melihat sunset dan sunrise yang sangat indah,” imbuhnya.
Terlebih dengan berbuka puasa bersama dan sahur bersama para pendaki saling mengenal lebih dekat, bertukar cerita dan saling merawat alam di wilayah Kecamatan Rengel.
“Salah satunya kami ingin bersama-sama merawat alam kita agar keindahan di Puncak Baswara ini tetap terjaga kelestariannya,” jelas Ilham.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bekerjasama dengan Get Outdoor. Oleh karena itu, pihaknya atas nama Jejak Lestari Rengel mengucapkan terimakasih kepada Get Outdoor yang telah memberikan dukungan selama dua hari 28 Februari – 1 Maret 2026.
“Kami juga menyampaikan terimakasih kepada para peserta dari Tuban, Bojonegoro, Blora dan Mojokerto yang telah ikut kegiatan ini, semoga bisa kembali mengikuti kegiatan serupa kedepan,” pungkasnya. [dya/aje]





