Sidoarjo (beritajatim.com) – Ancaman peredaran gelap narkotika kini makin nekat dan tak lagi memandang usia. Mengintai hingga ke bangku sekolah dasar, modus para pelaku yang kerap menyasar anak-anak membuat para orang tua dan pihak sekolah wajib meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Guna membentengi para siswa dari intaian bahaya laten tersebut, langkah preventif bergerak cepat dilakukan oleh jajaran Polsek Buduran Polresta Sidoarjo.
Puluhan siswa-siswi MI 1 Sidoarjo di Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, mendadak kaget sekaligus antusias saat jajaran kepolisian menyambangi sekolah mereka. Kanit Reskrim Polsek Buduran, Iptu Juju Hari Prasetyo, hadir secara langsung memberikan edukasi krusial terkait bahaya peredaran narkotika yang kian mengkhawatirkan.
Edukasi sejak dini ini menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan masa depan generasi muda dari pengaruh jahat lingkungan pergaulan.
Dalam paparan yang komunikatif, Iptu Juju membeberkan beragam jenis zat terlarang hingga ragam modus halus peredaran narkoba yang kini mengincar anak-anak sekolah. Tak hanya itu, dampak fatal bagi kesehatan fisik, hancurnya masa depan, hingga jeratan hukum berat dibeberkan secara gamblang agar para siswa memahami risikonya secara utuh.
Para siswa pun diimbau kuat untuk berani memutus rantai peredaran dengan tegas menolak ajakan mencoba serta segera melapor ke guru, orang tua, atau polisi jika menemukan hal mencurigakan.
“Kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu menjaga diri dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Pencegahan sejak dini merupakan langkah yang sangat penting untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” ujar Iptu Juju Hari Prasetyo.
Suasana penyuluhan berlangsung begitu hidup dan jauh dari kesan kaku. Para murid terlihat aktif melontarkan berbagai pertanyaan kritis seputar cara membentengi diri dari tekanan teman sebaya hingga tips menghindari pergaulan toksik sehari-hari.
Menanggapi kegiatan ini, Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono menegaskan bahwa program penyuluhan semacam ini tidak akan berhenti sebagai formalitas belaka. Pihaknya berkomitmen menggelar aksi serupa secara konsisten demi menjamin lingkungan sekolah tetap aman dan bersih dari barang haram.
“Melalui edukasi sejak dini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para pelajar agar menjauhi narkoba dan berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaannya. Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba,” tegas Kompol Sugeng Sulistiyono. [isa/ian]






