Surabaya (beritajatim.com) – Seorang introvert sering dianggap anti sosial. Padahal mereka masih bisa berinteraksi dengan baik bersama orang lain. Hanya saja, setelah itu mereka membutuhkan waktu menyendiri untuk mengembalikan energinya.
Melansir Wikipedia, Rabu (18/8/2021) istilah introvert kali pertama diperkenalkan oleh psikolog Swiss, Carl Gustav Jung, pada 1960-an. Dalam bukunya berjudul Psychologische Typen, Jung menyebutkan kepribadian manusia bisa dibagi menjadi dua, yakni introvert dan extrovert. Simak ulasan tentang mitos dan fakta orang introvert seperti dilansir dari Boldsky di bawah ini:
Introvert Pemalu
Rasa malu tidak ada hubungannya dengan menjadi introvert. Seseorang bisa menjadi pemalu terlepas dari bagaimana kepribadiannya. Para introvert cenderung menghindari berbicara yang tidak perlu yang menghabiskan tenaga mereka. Sedangkan seorang pemalu biasanya akan menyendiri karena adanya rasa takut dalam dirinya.
Seorang penulis dan pembicara asal Amerika Serikat, Susan Cain, mengungkapkan dalam bukunya yang berjudul Quiet: The Power of Introverts in a World Can’t Stop Talking. Ia menuliskan bahwa sifat pemalu lebih mengarah soal rasa takut dalam diri untuk bersosialisasi. Sedangkan introvert adalah pilihan untuk menempatkan pada sesuatu yang membuat diri mereka nyaman.
Introvert Tidak Suka Berinteraksi
Siapa bilang memiliki kepribadian introvert tidak suka berinteraksi dengan orang lain? Anda mungkin menjumpai mereka akan merasa agak canggung dalam memulai suatu percakapan. Namun hal tersebut bukan berarti mereka tidak suka berinteraksi dengan orang lain.
Louis A. Schmidt dan Arnold H. Buss dari Universitas Texas melakukan survei pada 977 mahasiswa untuk mengukur korelasi antara pemalu dan introvert dalam hal sosial. Hasilnya, mereka mengungkapkan bahwa introvert tidak terlalu menghindari lingkungan sosial, juga tidak terlalu semangat untuk bersosialisasi.
Introvert Lebih Suka Berada di Zona Nyaman
Orang berkepribadian introvert memang nyaman berada dalam zonanya sendiri. Namun membuat spekulasi bahwa mereka takut keluar dari zona nyaman adalah salah. Introvert hanya membutuhkan waktu untuk mengambil keputusan dan menghindari kerumunan banyak orang.
Melansir dari Hallosehat, menurut seorang asisten profesor psikologi Davis &Elkins College dan penulis buku berjudul Introvert Power, Laurie Helgoe, Ph.D., seiring banyaknya orang atau sekedar basa-basi dalam waktu yang lama dengan orang introvert dapat menguras mental dan membuat mereka stres. Maka dari itu biasanya orang-orang introvert sangat menghindai kerumanan orang atau berinteraksi sosial. [rsf/bjo]






