Jember (beritajatim.com) – Misnadi Amrizal bergerak cepat. Begitu menjalin kesepakatan untuk menjadi pelatih kepala dengan manajemen Persid, ia menggelar seleksi pemain selama dua hari di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 26 – 27 September 2023.
Seleksi hari pertama, Selasa (26/9/2023), diikuti kurang lebih 40 pemain lokal Jember. Misnadi mengungkapkan keinginan manajemen Persid untuk memantau bakat-bakat muda Jember. “Barangkali ada yang tidak terpantau masuk tim sepak bola Jember dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur kemarin,” katanya.
Misnadi melihat ada beberapa pemain yang punya potensi, namun masih memerlukan pembenahan. “Kalau ngomong kriteria pemain, dasar main bolanya ada. Kita tidak butuh pemain bintang. Kita butuh pemain yang punya semangat memenangi semua pertandingan,” katanya.
Rencananya, pemain-pemain eks tim sepak bola Porprov Jember akan mengikuti seleksi besok. “Saya sudah ngomong dengan manajemen, bukan berarti semua pemain porprov bisa masuk. Tetap kami pantau. Siapapun di posisi masing-masing jika sesuai dengan yang kami harapkan, ya itu yang kami pakai,” kata Misnadi.
Misnadi menargetkan setidaknya ada 25 pemain yang memperkuat Persid untuk kompetisi Liga 3 2023-24, termasuk pemain senior. “Kalau kuotanya lima pemain senior, ya kami maksimalkan,” katanya.
Bagaimana target musim ini? “Yang penting kami maksimalkan setiap pertandingan. Apapun hasilnya, kami harus bertanggung jawab. Tapi manajemen memang menginginkan ini proyek jangka panjang. Oleh sebab itu saya bantu. Kalau target harus Liga 2, ya mohon maaf, bukan berarti saya tidak mampu. Tapi kompetisi hari ini pasti lebih ketat lagi,” kata Misnadi.
Misnadi sudah bersepakat dengan manajemen untuk mengedepankan pembinaan jangka panjang. Mereka akan membentuk tim yang solid yang terdiri dari pemain-pemain muda. “Jika ada pemain muda yang prospek, kami akan magangkan untuk memperkuat Persid tahun mendatang. Mereka boleh berlatih bersama kami. Terdaftar atau tidak, tergantung manajemen,” katanya.
Misnadi berharap dukungan dari masyarakat Jember. “Ganjalan di tengah jalan pasti ada. Tapi ayo bersama-sama. Kalau saya harus berjalan di posisi saya, ayo. Suporter dan manajemen ya monggo di jalur masing-masing. Yang penting kita saling mendukung,” katanya. [wir]






