Surabaya (beritajatim.com) – Tim Cabang Olah raga Selam Jawa Timur berhasil mengantongi juara umum PON XX Papua dengan memboyong 12 medali emas, 4 perak dan 3 Perunggu. Keberhasilan ini bukan sendirian sosok sang pelatih kepala Mirza Muttaqien yang membuat para atlet muda ini raih ke suksesan.
Namun bagaimana bisa Mirza Mutraqien bersama tim pelatih lainnya memborong seluruh emas medali dari tanah Papua ini untuk Jawa Timur. Kegigihannya melatih atlet selam secara sabar ini membuahkan hasil.
Menurutnya mengembangkan olah raga selam ini harus dilihat dari sisi prestasi adalah kepelatihannya dan ini menjadi salah satu konsentrasi yamg serius dipersiapkan sejak awal.
Kepala pelatih yang juga Sekjen POSSI Pusat ini mengatakan untuk bisa meraih prestasi pelatih kepala secara langsung harus terlibat pada proses kepelatihannya dan proses evaluasinya serta yang terakhir adalah pendampingan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”selam”]
“Jadi pelatih ini harus tabu bagaimana proses atletnya mulai dari evaluasi hingga pendampingan. Salah satunya seperti atlet A berada di nomor ini bagaimana caranya ia menguasai nomor yang akan diturunkan, menyusun strateginya supaya mereka bisa mendapat hasil terbaik pada nomornya masing-masing,” ungkap Mirza.
Bukan hanya pengawasan saat latihan, mengolah mental atlet juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan apalagi selam banyak memiliki bibit baru yang baru pertama mengikuti PON XX Papua otomatis pendampingan psikis sejak awal harus dilakukan.
“Banyak atlet selam yang baru turun di PON Papua lalu dari segi mental dan psikis jelas tentu harus dilakukan pendampingam sejak awal, dan bagaimana pelatih mengajak atlet ini untuk berproses dengan latihan yang sudah dilakukan selama ini. Kalau dulu kita gembleng mentalnya untuk menargetkan sesuatu namun eranya berbeda kita lebih memberikan mereka pandangan lebih rileks dan enjoy dengan menikmati cara menyelam di setiap pertandingan,” ceritanya.
Bahkan para pelatih ini tak segan memberikan cara pandang, karena setiap pelatih di selam ini memegang dua hingga empat atlet saja maka para atlet ini lebih fokus pada pilihan nomor yang sesuao dengan kondisinya.
“Kadang ada atlet memilih untuk nomor 400 meter namum setelah dilalukan latihan dan pengamatan ternyata si atlet lebih cocok 100meter, maka merekq akan di arahkan agar turun ke nomor yang sesuai memang tidal mudah merubah harus butuh waktu 1-2 tahun namin buktinya ya bisa waktu di PON Papua. Dan kita tim pelatih selalu bersama-sama mengevaluasi dan menentukan,”imbuhnya.
Diketahui dua belas emas itu didapatkan masing-masing dari nomor 400 m surface kolam putra dan putri, 200 m surface kolam putri, 100 m surface putra dan putri, 50 m surface putra dan putri, 800 m surface kolam putra dan putri, 50 m Apnea kolam putra dan putri, serta 4 x 100 bifin kolam putri.
Empat perak diperoleh dari nomor 100 m bifin kolam putra, 200 m surface kolam putra, 200 m bifin kolam putra dan 4 x 100 m bifin kolam putra. Adapun tiga medali perunggu didapat dari 100 m bifin kolam putri, 200 m bifin kolam putri, dan 50 m bifin kolam putra.[way/kun]






