Mojokerto (beritajatim.com)– Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengajak para orang tua yang memiliki anak usia remaja untuk aktif mengikuti Bina Keluarga Remaja (BKR) untuk mendapatkan pelajaran dan informasi pola pengasuhan anak remaja. Program BKR merupakan program pola pengasuhan terhadap anak usia remaja.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri agenda Revitalisasi BKR Kabupaten Mojokerto tahun 2022 yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto. Kegiatan digelar di Balai Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
“Program tersebut menyasar para orang tua yang memiliki anak remaja. Melalui BKR ini, orang tua akan lebih bisa belajar pola pengasuhan terhadap remaja yang baik. BKR itu kegiatan untuk orang tuanya, yang memiliki anak remaja dengan range usia 10 hingga 24 tahun. Dalam BKR, akan diajarkan bagaimana sih yang baik menjadi orang tua untuk remaja,” ungkapnya, Rabu (16/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Remaja harusnya curhatnya dengan orang tua. Terbuka dengan orang tuanya, sehingga orang tua akan bisa memantau betul sampai seberapa jauh perkembangan anak. Dengan pola pengasuhan yang baik, pola komunikasi yang benar terhadap remaja, menurutnya, tidak akan ada anak-anak remaja yang terhasut pengaruh negatif.
“Sehingga merugikan masa depannya dan banyak pihak. Tidak akan ada anak-anak remaja yang terhasut pengaruh negatif kalau remaja ini terbuka kepada orang tuanya. Di sini (BKR) kita bisa belajar berkomunikasi dengan remaja. Bagaimana caranya? Itu kita bahas dalam BKR,” katanya.
Masih kata Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, banyak orang tua yang punya pola pikir dan anggapan berbeda ketika memiliki anak usia remaja. Mayoritas orang tua berpikir bahwa remaja sudah bisa mengurus dirinya sendiri dan tak memerlukan perhatian.
“Orang tua pun harus terus belajar dan mengupdate segala tantangan yang akan dihadapi di masa kini. Para orang tua itu butuh belajar untuk berkomunikasi dengan remaja, karena caranya saja sudah berbeda. Kita tidak pernah diberi pelajaran saat sekolah untuk menjadi orang tua. Maka dari itu kita harus belajar melalui BKR ini,” imbuhnya.
Bupati berharap BKR di Kabupaten Mojokerto kembali digalakkan. Tak hanya itu, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini, juga meminta agar orang tua yang memiliki anak usia remaja juga aktif mengikuti BKR. Bupati juga meminta agar terus mengedepankan membangun hubungan baik dengan anak di usia remaja.
“Mari jadikan kita ini menjadi satu-satu orang yang selalu diinginkan, dirindukan oleh anak, dan selalu menjadi yang dibutuhkan oleh anak. Bagaimana kita bisa membina hubungan seperti itu kepada anak? kita perlu terus belajar,” pungkasnya. [tin/kun]






