Surabaya (beritajatim.com) – PT Pesta Pora Abadi, selaku pengelola restoran Mie Gacoan, menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan sekelompok orang yang melakukan kunjungan sepihak ke gerai Mie Gacoan Bung Tomo, Surabaya, pada Senin (20/10/2025).
Aksi tersebut dinilai bersifat intimidatif dan mengganggu jalannya operasional gerai.
Corporate Communications Manager PT Pesta Pora Abadi, Purnama Aditya, mengatakan bahwa kunjungan sepihak tersebut menyebabkan kegiatan operasional gerai terganggu selama beberapa jam dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
“Kami menyesalkan kejadian ini dan menilai bahwa penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan melalui dialog yang baik serta melalui saluran resmi,” ujar Purnama dalam keterangan resminya, Selasa (21/10/2025).
Ia menegaskan, Mie Gacoan sebagai perusahaan yang tumbuh bersama masyarakat selalu berkomitmen menjaga hubungan harmonis dengan berbagai pihak, termasuk warga sekitar dan pelaku usaha lokal.
“Selama ini kami berupaya memberdayakan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja serta kolaborasi dalam berbagai kegiatan operasional gerai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Purnama menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan terhadap berbagai aspek pelayanan, termasuk pengelolaan parkir yang menjadi perhatian pelanggan.
“Kami mendengarkan setiap masukan positif dari pelanggan. Salah satu fokus kami saat ini adalah modernisasi dan penataan sistem parkir agar pelanggan dapat menikmati pelayanan yang lebih baik,” jelasnya.
Mie Gacoan, kata Purnama, juga terbuka untuk berdialog secara konstruktif dengan semua pihak demi mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang mungkin muncul di lapangan.
“Kami berharap seluruh pihak dapat menjunjung tinggi etika, menghormati proses hukum, serta mengedepankan komunikasi yang baik demi terciptanya suasana usaha yang kondusif di Kota Surabaya,” pungkasnya.
Dengan sikap terbuka dan komitmen terhadap dialog, Mie Gacoan berharap insiden serupa tidak kembali terjadi dan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menjaga kondusivitas dunia usaha di kota pahlawan tersebut. (ted)






