Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 31 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto membuat kerajinan tas dan dompet rajut. Produk kerajinan WBP perempuan Lapas Kelas IIB Mojokerto ini cukup diminati konsumen.
Selain menghasilkan produk yang dapat dijual, kerajinan tersebut juga menjadi kesibukan positif bagi warga binaan dalam mengisi waktu luang selama menjalani sisa pidananya. Kerajinan tas dan dompet rajut tersebut dilakukan di area pembinaan Lapas Kelas IIB Mojokerto.
Dari 31 WBP, beberapa diantaranya telah mahir dan mengajarkannya kepada WBP yang baru masuk. Hasil kerajinan tersebut banyak dipesan dari keluarga warga binaan sehingga petugas mendorong agar WBP semakin bersemangat untuk lebih produktif.
[berita-terkait number=”3″ tag=”lapas-mojokerto”]
Hasilnya, satu WBP yang telah mahir merajut dapat menghasilkan satu buah tas dalam waktu satu hingga tiga hari tergantung tingkat kerumitan pesanan. Sementara untuk harga tas dan dompet rajut tersebut dijual mulai harga Rp50 ribu sampai dengan Rp300 ribu.
Salah satu WBP perempuan, Nanik mengaku, senang karena selain punya kesibukan selama menjalani masa hukuman, kegiatan tersebut juga mendapat keuntungan dari hasil penjualan tas dan dompet rajut tersebut. “Merajut itu menyenangkan,” ungkapnya, Kamis (16/2/2023).
Masih kata Nanik, kegiatan tersebut bisa sedikut melupakan masalah yang dihadapi dan juga bisa dapat menghasilkan uang. Menurutnya semakin rumit pesanan dan banyaknya bahan yang dipakai maka harga pun semakin mahal.

Petugas Lapas Kelas IIB Mojokerto, Maya mengatakan, ia terus melakukan inovasi dengan mencari ide-ide produk rajut baru untuk dikerjakan warga binaan sehingga produk yang dihasilkan tidak ketinggalan jaman. Selain itu, produk yang dihasilkan juga mampu menarik konsumen.
“Diharapkan dengan pembinaan yang optimal dapat menjadikan warga binaan dapat mengubah mindsetnya menjadi lebih positif serta produktif menghasilkan produk-produk yang dapat bersaing di masyarakat nantinya. Kita sampaikan kepada jajaran untuk terus berinovasi dan memaksimalkan kegiatan pembinaan kepada warga binaan,” tegas Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi. [tin/suf]






