Surabaya (beritajatim.com) – Presiden PKS Almuzammil Yusuf menegaskan pentingnya meritokrasi dan kualitas kepemimpinan di tengah tantangan demokrasi modern yang kerap didominasi oleh popularitas semata, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) PKS Jawa Timur.
Dalam arahannya, Almuzammil mengingatkan bahwa demokrasi yang hanya bertumpu pada suara dan popularitas tanpa mempertimbangkan kualitas berisiko melahirkan kepemimpinan yang lemah. Ia mencontohkan sejumlah negara yang mampu bertahan kuat karena mengedepankan meritokrasi dalam memilih pemimpin.
“Demokrasi hari ini menghadirkan tantangan ketika hanya diukur dari popularitas, bukan kualitas. Padahal, kepemimpinan yang kuat lahir dari sistem yang menjunjung meritokrasi,” ujarnya.
Menurutnya, partai kader seperti PKS memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menghadirkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan menyuarakan aspirasi publik secara utuh.
Ia menekankan bahwa tugas kader dan pejabat publik PKS tidak berhenti pada kemenangan dalam pemilu. Lebih dari itu, mereka dituntut mampu menangkap, memahami, dan menyuarakan kebutuhan masyarakat secara tepat.
“Jangan hanya mampu mengumpulkan suara untuk mendapatkan kursi, tetapi harus mampu menyuarakan hati publik dan menghadirkan solusi,” tegasnya di hadapan ratusan anggota legislatif PKS di Jawa Timur.
Almuzammil juga mendorong para legislator PKS untuk membiasakan pengambilan keputusan berbasis kajian dan masukan yang mendalam. Ia menilai pentingnya budaya collective genius atau kecerdasan kolektif dalam setiap kebijakan dan pernyataan publik.
“Sebagai pejabat publik, biasakan mendapatkan masukan yang komprehensif sebelum berbicara atau mengambil keputusan. Ini bagian dari kualitas kepemimpinan yang harus kita bangun,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang publik. Menurutnya, kesalahan dalam memilih diksi dapat memicu polemik, meskipun substansi yang disampaikan memiliki niat baik.
Dalam konteks yang lebih luas, Almuzammil menilai penguatan kualitas kepemimpinan menjadi kunci bagi keberlanjutan peran partai politik, termasuk PKS, di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks. Ia menyoroti dinamika era digital serta meningkatnya peran generasi muda dalam politik sebagai faktor yang harus direspons dengan kesiapan kapasitas dan integritas kader.
Ia pun mengajak seluruh kader PKS, khususnya anggota legislatif di Jawa Timur, untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat integritas, serta menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Partai kader harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya dikenal, tetapi juga berkualitas dan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. [tok/beq]






