Probolinggo (beritajatim.com) – Dentuman ritmis drum dan gemuruh langkah peserta mengguncang GOR Mastrip, Kota Probolinggo, saat Bayuangga Marching Competition 2026 resmi dibuka, Sabtu (25/4/2026). Ajang bergengsi yang digelar Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Probolinggo ini menjadi panggung unjuk bakat sekaligus ledakan semangat generasi muda.
Sebanyak 49 tim dari berbagai sekolah, mulai Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Probolinggo, tampil penuh percaya diri. Warna-warni kostum, kekompakan gerak, hingga dentuman alat musik menciptakan atmosfer kompetisi yang hidup dan penuh energi. Event ini akan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu.
Ketua PDBI Kota Probolinggo, Kompol Didit Wahyu Setiawan, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang temu bagi para pelaku seni untuk saling menguatkan.
“Bayuangga Marching Competition ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antar sekolah, sekaligus mempertegas eksistensi drum band dan marching band sebagai wadah penyaluran bakat seni di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Di balik gemuruh kompetisi, terselip misi besar membangun generasi berkarakter. Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, menyebut ajang ini sebagai bukti nyata komitmen dalam membina potensi anak sejak dini.
Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga menempa disiplin, kreativitas, dan sportivitas. Bahkan, dari panggung inilah bibit-bibit atlet potensial mulai terlihat.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi ruang pembentukan karakter. Di sini mereka belajar bersaing secara sehat, menyalurkan kreativitas, dan merajut kebersamaan dalam satu irama,” tegasnya.
Bayuangga Marching Competition 2026 pun tak sekadar menjadi tontonan, melainkan simbol kebangkitan semangat muda—di mana setiap dentuman drum menjadi penanda lahirnya talenta-talenta masa depan Kota Probolinggo. (rap/kun)







1 Komentar
yaaaaah kalo ada indikasi dari beberapa suara ttg juri mbok yao juga di dengerin