Ringkasan Berita:
- Merdeka Gold Resources memperoleh dukungan sejumlah investor global untuk rencana pencatatan saham di Bursa Efek Hong Kong (HKEX).
- Investor utama telah berkomitmen menyerap 49,9 persen saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar, mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap Tambang Emas Pani.
- Tambang Emas Pani di Gorontalo kini memiliki estimasi sumber daya mineral mencapai 7,4 juta ounces emas setelah tambahan hasil eksplorasi terbaru.
- Perseroan menargetkan kapasitas pengolahan mencapai 22 juta ton per tahun pada 2028 dengan produksi emas puncak sekitar 545 ribu ounces per tahun.
Jakarta (beritajatim.com) – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) memperoleh dukungan dari sejumlah investor global terkemuka untuk rencana pencatatan sahamnya di Bursa Efek Hong Kong (Hong Kong Stock Exchange/HKEX). Dukungan tersebut menjadi sinyal kuat atas kepercayaan investor internasional terhadap prospek jangka panjang Tambang Emas Pani di Gorontalo, salah satu proyek tambang emas terbesar yang saat ini tengah dikembangkan di Asia.
Penawaran saham tersebut mendapat dukungan dari sejumlah investor utama (cornerstone investors) dengan komposisi yang seimbang antara pelaku industri strategis dan investor keuangan global. Investor strategis yang berpartisipasi meliputi Wanguo Gold Group Limited, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co. Limited, Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, serta Intera Mining Investment Limited yang sepenuhnya dimiliki JCHX Mining Management Co. Ltd.
Sementara itu, investor keuangan yang turut bergabung antara lain Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF (Guangfa) Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, serta Wind Sabre Fund SPC.
Partisipasi para investor tersebut memperkuat keyakinan pasar terhadap kualitas aset Tambang Emas Pani sekaligus strategi pertumbuhan jangka panjang Merdeka Gold Resources.
Perseroan akan memulai masa penawaran kepada investor institusi internasional (bookbuilding) mulai Rabu hingga 23 Juni 2026. Menjelang proses tersebut, para cornerstone investors telah berkomitmen menyerap 49,9 persen dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar, atau merupakan batas maksimum sesuai ketentuan pencatatan di HKEX.
Secara keseluruhan, penawaran global tersebut mewakili sekitar 7 persen dari modal ditempatkan Perseroan setelah pelaksanaan opsi greenshoe. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham sekunder milik pemegang saham minoritas.
Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA) selaku pemegang saham pengendali menegaskan tidak akan menjual kepemilikan sahamnya dan tetap mempertahankan seluruh kepemilikan strategis di Merdeka Gold Resources.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin mengatakan, dukungan investor global merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas aset, kemampuan eksekusi proyek, serta prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
“Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi Perseroan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki,” ujar Boyke.
Tambang Emas Pani saat ini memasuki fase pertumbuhan produksi. Sejak mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 2025, Perseroan telah mencapai sejumlah tonggak penting, termasuk keberhasilan first gold pour pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026.
Hingga 31 Desember 2025, Tambang Emas Pani memiliki sumber daya mineral sebesar 7 juta ounces emas dan cadangan bijih sebesar 5,2 juta ounces emas, menjadikannya salah satu deposit emas primer terbesar di Asia.
Potensi pengembangan proyek juga dinilai masih sangat besar. Saat ini, estimasi sumber daya mineral baru berasal dari area seluas sekitar 135 hektare di sekitar pit utama Pani, sementara total wilayah konsesi mencapai 14.670 hektare.
Eksplorasi terbaru di Prospek Kolokoa yang berjarak sekitar satu kilometer dari pit utama berhasil menambah sekitar 445 ribu ounces emas ke dalam estimasi sumber daya mineral. Dengan tambahan tersebut, total estimasi sumber daya mineral Tambang Emas Pani meningkat menjadi 7,4 juta ounces emas.
Perseroan juga telah memulai pengeboran yang lebih dalam di bawah desain pit utama yang ada dan akan melanjutkan eksplorasi di area Lone Pine pada semester kedua 2026. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat pertumbuhan sumber daya mineral dalam jangka panjang.
Melalui strategi pengembangan bertahap, kapasitas pengolahan Tambang Emas Pani diproyeksikan meningkat menjadi 22 juta ton per tahun pada 2028. Dengan kapasitas tersebut, produksi emas tahunan diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 545 ribu ounces per tahun, sehingga memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu produsen emas utama di kawasan Asia.
Selain kapasitas produksi yang besar, Tambang Emas Pani juga diproyeksikan memiliki struktur biaya yang kompetitif dengan estimasi life-of-mine all-in sustaining cost (AISC), sebelum royalti pemerintah, sebesar US$794 per ounce.
Rencana pencatatan saham di Bursa Efek Hong Kong didukung oleh UBS dan CITIC Securities sebagai sponsor utama. Sementara itu, Morgan Stanley, HSBC, CICC, dan Macquarie bertindak sebagai Joint Overall Coordinators, Joint Global Coordinators, sekaligus Joint Bookrunners.
Sejumlah institusi keuangan internasional lainnya, antara lain DBS, Mizuho, OCBC, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, dan Crédit Agricole, juga turut berpartisipasi sebagai Joint Bookrunners dan Lead Managers dalam penawaran global tersebut. [rea/beq]






