Banyuwangi (beritajatim.com) – Tari Gandrung Banyuwangi memiliki sejarah dan filosofis di era kemunculannya. Tak ayal, tari ini kerap memunculkan aroma magis saat ditampilkan. Namun kini, tari Gandrung menjadi salah satu daya tarik wisata di kota ini. Tampil dengan perpaduan suara musik dan gerak tari yang lincah, menambah keelokan tersendiri saat pertunjukan.
Salah satu penampilan tari gandrung di Banyuwangi yang memikat hati yakni hadirnya pagelaran sendratari Meras Gandrung. Biasanya, pagelaran ini digelari di Taman Gandrung Terakota (TGT), Kecamatan Licin.
Sendratari Meras Gandrung merupakan pementasan kolosal, yang menggambarkan prosesi perjuangan seorang penari dalam mengatasi tantangan dan ujian agar dapat diwisuda menjadi penari gandrung.
Pagelaran ini kian ikonik karena digelar di Taman Gandrung Terakota. Sebuah destinasi dengan panorama ratusan patung dari gandrung di hamparan sawah produktif seluas tiga hektare di lereng Gunung Ijen. Para penari gandrung yang membawakan sendratari ini mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Muhammad Yanuarto Bramuda, mengatakan selama ini seni pagelaran Meras Gandrung di TGT telah menjadi bagian atraksi wisata yang diminati. Atraksi ini melengkapi daya tarik pariwisata di area pegunungan Ijen, yang terkenal dengan Blue Fire nya.
“Sungguh pengalaman yang menarik, menyaksikan pagelaran seni warisan budaya wisatawan juga dapat menikmati keindahan pemandangan terasering sawah dengan patung-patung terakota penari gandrung sebagai latar belakang yang memukau. Wisatawan juga bisa sambil menikmati kuliner nusantara dan kopi Banyuwangi yang orginal,” kata Bramuda.
Sementara itu, Program Manager Seni Netra Taman Gandrung Terakota, Ridho, mengatakan pementasan Sendratari Meras Gandrung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan seni budaya yang diadakan secara terjadwal untuk tahun 2024. Acara ini tidak hanya mempromosikan kekayaan seni tradisional, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan ekonomi masyarakat setempat.
“Kami berupaya untuk melibatkan masyarakat sebagai penampil, sehingga mereka dapat terlibat aktif dalam kegiatan seni budaya. Langkah ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat setempat secara ekonomi, juga menjadikan mereka aktif dalam kegiatan seni budaya,” ujar Ridho.
Pada bulan Januari, Februari, dan Maret pementasan Sendratari Meras Gandrung gratis untuk pengunjung TGT. Sementara untuk jadwal terdekat pada bulan Januari sendiri, pementasan diselenggarakan pada hari Sabtu, 20 Januari 2024, pukul 14.00 WIB di Amfiteater Terbuka, Taman Gandrung Terakota, dalam Kompleks Jiwa Jawa Resort Ijen. (rin/kun)






