Blitar (beritajatim.com) – Wajah pusat Kabupaten Blitar dipastikan akan berubah drastis dalam dua tahun ke depan. Pasalnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar tengah mematangkan megaproyek transformasi lahan eks Pasar Kanigoro seluas 4.000 meter persegi menjadi ruang publik ikonik bertajuk “Kanigoro Asri”.
Pemkab Blitar tak ingin lahan tidur bekas Pasar Kanigoro tersebut terbengkalai sia-sia. Maka dari itu, Pemkab Blitar berniat mengubah lahan yang berjarak 500 meter dari kantor pemerintahan itu untuk dijadikan taman dan pusat kuliner.
Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan bahwa taman ini didesain sebagai ruang multifungsi. Selain sebagai tempat bersantai, kawasan ini akan menjadi rumah bagi kuliner-kuliner legendaris Kanigoro yang selama ini tersebar.
“Kita rencanakan bukan hanya taman saja, tapi juga foodcourt. Ikon kuliner seperti Soto Kanigoro, Uceng, hingga Pecel Lambe Dower akan kita tata dengan baik di sini agar warga tertarik. Insyaallah, jika dukungan DPRD kuat, pengerjaan utama akan dimulai 2027,” ujar Rijanto pada Selasa (24/02/2026).
Semantara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, membedah detail teknis rencana tersebut. Kawasan ini akan mengusung tema “Kanigoro Asri, Blitar Berdaya Berjaya” dengan menonjolkan simbol-simbol kekuatan ekonomi daerah.
Taman ini nantinya akan dibangun monumen ikonik. Nantinya disana akan berdiri patung produk unggulan Blitar, yakni Telur dan Ikan Koi, yang dipadukan dengan air mancur artistik.
Selain itu di lokasi tersebut juga akan dibangun vegetasi lokal. Area sekitar akan dihiasi Bunga Matahari, yang telah ditetapkan sebagai ikon visual Kecamatan Kanigoro.
Taman dengan tajuk Kanigoro Asri tersebut juga akan dilengkapi infrastruktur modern. Pembangunan foodcourt berbentuk letter L yang terintegrasi dengan akses jalan tembus baru.
Agus Zaenal menambahkan bahwa proyek ini adalah bagian dari skenario besar Pemekaran Kota Kanigoro. Rencana ini mencakup pengembangan area perkantoran baru, di mana Polsek, Koramil, hingga kantor Kecamatan Kanigoro direncanakan akan dipindah untuk menciptakan tata ruang yang lebih teratur.
“Tahun 2026 kita awali dengan pengerasan jalan. Tahun 2027 fokus pada bangunan utama. Saat ini kami sedang tahap finalisasi perencanaan, dan dalam dua minggu ke depan Rencana Anggaran Biaya (RAB) akan segera muncul,” jelas Agus Zaenal. [owi/aje]






