Magetan (beritajatim.com) – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan masih menunggu hasil penilaian kelayakan dari pemerintah pusat, di tengah progres fisik yang baru mencapai pengurukan 1 hektare dari total lahan 6 hektare, di Jalan Raya Maospati–Ngawi, masuk Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Magetan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan proses saat ini masih berjalan lintas instansi, melibatkan Dinas Sosial, Kementerian Sosial, serta Kementerian PUPR.
“Prosesnya terus berjalan bersama Dinas Sosial, kemudian ke Kementerian Sosial. Untuk kelayakan nanti juga dinilai oleh Kementerian PUPR. Kita masih menunggu hasilnya,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Di sisi lain, pengerjaan fisik di lapangan masih terbatas karena faktor anggaran. Dari total lahan yang disiapkan, baru sebagian kecil yang sudah dilakukan pengurukan.
“Lahan sebagian sudah kita uruk. Dari 6 hektare itu baru 1 hektare yang kita uruk. PU ini hanya sebagai pelaksana, ibaratnya penjahit. Kalau ada anggaran, tentu akan kita lanjutkan. Kalau tidak ada, ya tidak bisa dipaksakan,” jelasnya.
Muhtar menambahkan, kesiapan lahan menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kelayakan oleh pemerintah pusat. Idealnya, seluruh lahan telah dalam kondisi siap bangun agar proyek dinilai memenuhi syarat.
“Supaya bisa dinilai layak, seharusnya lahan itu sudah kita siapkan sepenuhnya. Artinya diuruk semua, sehingga ketika dilihat memang sudah siap,” tambahnya.
Saat ini, proyek Sekolah Rakyat tersebut masih berada pada tahap penilaian kelayakan dan menunggu keputusan lanjutan dari pemerintah pusat. [fiq/kun]






