Gresik (beritajatim.com) – Masyarakat Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik, mulai bernafas lega karena akan mendapat pasokan air bersih dari sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan Pasuruan. Pasalnya, selama 30 tahun warga setempat belum mendapatkan pasokan air bersih, dan hanya mengandalkan sumber air dari sumur.
Saat ini, pipa dari SPAM Umbulam dan dari Legundi Driyorejo, Gresik sedang dipertemukan. Dimana, titiknya bertemu di reservoir Bunder.
Untuk mempercepat pengerjaan itu, sejumlah
pekerja sedang mengerjakan pipa di Perum Graha Bunder Asri. Pipa itu akan melewati Desa Kedanyang, kemudian mengarah ke Reservoar Bunder. Panjangnya 25,90 kilometer.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pdam-gresik”]
Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, saat ini memang sedang dikerjakan pipanisasi. Baik pipa jaringan Bunder-Masjid Agung, maupun Bunder-Kedanyang.
“Pekerjaan koneksi antar jaringan ini menggunakan dua paket yang berbeda. Untuk pipanisasi menggunakan APBN dana alokasi khusus (DAK). Nilainya Rp 33 miliar. Sedangkan APBD digunakan untuk pembangunan reservoar Bunder senilai Rp 6 miliar,” katanya, Minggu (4/09/2022).
Ia menambahkan, nantinya reservoir itu akan menampung air dari rumah pompa di Cerme dan dari Giri. Suplai air dari kedua tempat itu ditampung di reservoir bunder untuk dialirkan ke tiga titik.
Untuk aliran ke Duduksampeyan dan Manyar akan menggunakan existing. Sementara satu titik akan dialirkan ke wilayah perkotaan. Namun untuk wilayah perkotaan,” imbuhnya.
Masih menurut Ida, pemasangan pipa itu mulai dari terminal Bunder hingga ke Masjid Agung dengan paket pekerjaan yang berbeda dengan reservoir. Selain mengarah ke kota, nantinya juga akan ditambahkan aliran menunu Desa Kedanyang melalui Perum Graha Bunder Asri (GBA).
“Pipa yang ke Masjid Agung itu nanti di Perum Graha Bunder Asri (GBA) Gresik akan disambungkan untuk yang ke Desa Kedanyang,” tandasnya. (dny/kun)






