Sumenep (beritajatim.com) – Menu makan bergizi gratis (MBG) yang dimasak SPPG Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep dikeluhkan basi.
Protes keras wali murid viral di aplikasi TikTok. Salah satu wali murid terlihat marah saat dirinya mencium bau makanan basi dari MBG yang diterima anaknya. Diduga bau makanan basi itu berasal dari menu ayam bakar.
Dalam bahasa Madura, wali murid ini meminta agar anaknya membuang lauk ayam bakar yang sudah basi itu.
“Ella areya buang bai. Areya beu juko’en. Ella buang-buang. MBG buccok, MBGna bau.” (Buang saja ini. Lauknya sudah bau. Sudah, buang aja. Buang. MBG busuk, MBG bau).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Lebeng Timur, Nur Kholis mengakui adanya komplain tersebut. Menurutnya, yang basi adalah bumbunya, bukan ayamnya.
“Itu bumbunya yang bau atau basi. Bukan ayamnya. Kalau ayamnya gak bau. Itu karena gak dipisah antara ayam dan bumbunya. Jadi bukan busuk. Cuma memang bau bumbunya,” katanya, Rabu (04/02/2026).
Ia mengakui hal tersebut sebagai sebuah keteledoran dan bahan evaluasi, agar jangan sampai terulang di kemudian hari. “Ini kami kan memasaknya bertahap, karena dalam jumlah besar. Jadi mungkin yang bau itu bumbu yang dimasak di awal. Ini jadi bahan evaluasi kami,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Nur Kholis mengaku langsung mengganti menu yang basi itu dengan uang, sesuai jumlah ompreng yang dikeluhkan. Besaran uang pengganti tersebut sesuai dengan harga per porsi, yakni Rp 8.000 untuk porsi kecil, dan Rp 10.000 untuk porsi besar. Porsi kecil adalah MBG untuk anak TK dan SD kelas 1 – kelas 3. Sedangkan porsi besar untuk anak SD kelas 4-6, dan SMP.
“Ini bentuk tanggung jawab kami. Langsung kami ganti dengan uang sesuai nilai per porsi. Tinggal dikalikan berapa ompreng yang dikeluhkan basi,” terangnya.
Ia menjelaskan, sampai saat ini, hanya ada dua sekolah yang mengajukan komplain karena lauknya basi. Dua sekolah tersebut yakni TK dan SD.
“Ada puluhan sekolah yang dilayani SPPG kami. Tapi yang mengajukan komplain basi ini hanya 2 sekolah. Jadi kami mengganti lauk yang basi itu dengan uang, sebanyak ompreng jatah sekolah mereka,” ungkapnya.
Ia meminta agar sekolah-sekolah yang mendapat MBG dari SPPG nya untuk bisa mengklarifikasi langsung pada dirinya, apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam menu MBG.
“Silahkan klarifikasi langsung ke saya. SPPG kami siap untuk bertanggungjawab,” ucapnya. [tem/aje]






