Banyuwangi (beritajatim.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono secara resmi mengkaji usulan bantuan unit kapal dan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Plengsengan Ancol, Banyuwangi, Selasa (3/3/2026). Langkah ini diambil setelah kementerian menyerap langsung aspirasi para nelayan pesisir mengenai kendala fasilitas pendukung aktivitas melaut.
Para nelayan yang diwakili oleh Isnaini (55) menyampaikan kebutuhan mendesak akan tambahan perahu serta akses bahan bakar yang lebih dekat. Trenggono merespons dengan melakukan pendataan intensif guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.
“Terkait bantuan unit kapal menjadi bagian yang akan kita lakukan. Kami berharap pemerintah dapat merealisasikan,” ujar Trenggono saat meninjau lokasi tersebut.
Kementerian KKP juga memprioritaskan pembangunan SPBN di setiap titik KNMP untuk mempermudah operasional harian para nelayan. Saat ini pihak kementerian telah berkoordinasi dengan Pertamina dan BP Migas guna mengamankan alokasi kuota BBM khusus untuk wilayah Banyuwangi.
“Kita sudah bicara dengan Pertamina dan BP Migas untuk alokasi kuota yang diberikan ke Banyuwangi,” tambahnya menekankan keseriusan koordinasi lintas lembaga.
Pengelolaan KNMP nantinya akan dijalankan oleh Koperasi Merah Putih dengan supervisi ketat dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Trenggono menargetkan program hilirisasi ini mampu mendorong perputaran ekonomi arus bawah dan menyejahterakan masyarakat.
“Harapannya dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. Targetnya pertumbuhan ekonomi dan nelayannya sejahtera,” jelas menteri mengenai output jangka panjang program tersebut.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk menyediakan lahan bagi pembangunan SPBN baru tersebut. Dukungan ini diharapkan mempercepat proses realisasi fasilitas yang sangat dinantikan oleh ribuan nelayan lokal di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah, kami siap membantu dan semoga ini berkah untuk Banyuwangi,” kata Ipuk menyambut positif rencana strategis kementerian.
Ipuk juga memastikan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan lingkungan dan kebersihan akan tetap diawasi secara profesional oleh pemkab. Komitmen ini bertujuan menjaga kualitas ekosistem pesisir sekaligus menjamin kenyamanan aktivitas di kawasan KNMP.
“Kami ingin terlaksana sesuai SOP yang selama ini berlaku di setiap tempat yang pemda kelola, termasuk kebersihan, kualitas makanan, hingga tata kelola lingkungan,” tandasnya. [alr/beq]






