Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg menegaskan bahwa kekuatan tim nasional tak bisa dibentuk hanya dari aspek fisik dan teknik. Menurutnya, aspek mental dan pemahaman taktik justru menjadi fokus utama dalam membangun skuad muda Garuda yang tangguh dan kompetitif di level internasional.
“Semuanya harus ada. Bukan hanya fisik, bukan hanya teknik. Ini rencana yang menyeluruh,” ujar Vanenburg kepada awak media, menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam program latihan Timnas U-23.
Pelatih asal Belanda itu menjelaskan bahwa sepak bola modern menuntut pemain untuk tidak hanya memiliki kemampuan individu, tetapi juga kesiapan menghadapi tekanan, membaca permainan, dan menjalankan skema taktik dengan disiplin tinggi.
“Kami harus bertarung, kami harus bermain. Semua aspek dalam permainan itu penting untuk bisa menang,” tegasnya.
Dalam setiap sesi latihan, Vanenburg memasukkan elemen pembentukan mental sebagai bagian tak terpisahkan dari kebugaran fisik dan kemampuan teknis. Ia juga menyusun skenario latihan yang mendekati situasi nyata pertandingan, agar pemain terbiasa mengambil keputusan di bawah tekanan.
Yang tak kalah menarik, Vanenburg menyebut bahwa keragaman karakter pemain justru menjadi nilai tambah dalam membentuk strategi tim. Ia menolak membentuk tim yang seragam, dan lebih memilih memanfaatkan kekuatan unik dari masing-masing individu.
“Pemain tidak sama, tapi kami tidak butuh pemain yang seragam. Saya senang dengan pilihan pemain yang ada,” ujarnya.
Vanenburg, yang pernah membela timnas Belanda di era 1980-an, membawa pendekatan khas Eropa dalam pembinaan sepak bola usia muda. Ia berharap program yang ia terapkan mampu mengangkat level permainan Timnas U-23, sekaligus mencetak pemain-pemain yang siap bersaing di level yang lebih tinggi. [faw/beq]






