Batanghari (beritajatim.com) – Menteri Sosial, Tri Rismaharini, melakukan perjalanan penuh tantangan demi menyalurkan bantuan kepada Suku Anak Dalam (SAD) yang mendiami pedalaman hutan Desa Hajran, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Kunjungan ini dilakukan pada Selasa (20/8/2024) dengan tujuan memastikan kebutuhan warga SAD, yang juga dikenal sebagai Orang Rimba, terpenuhi di tengah tradisi “melangun” yang sedang mereka jalani.
Mensos Risma memulai perjalanan dari Simpang Koto Boyo, sebuah pemukiman yang terletak di Jalan Lintas Muara Tembesi – Sarolangun. Rombongan harus menempuh perjalanan selama dua jam untuk mencapai lokasi pertama, dengan medan yang sulit, jalan yang belum beraspal, dan kecepatan kendaraan dibatasi hingga 30 kilometer per jam. Hanya kendaraan tinggi yang dapat melintasi rute ini karena kondisi jalan yang rusak dan terjal.
“Penyaluran bantuan kepada Suku Anak Dalam bukanlah tugas yang mudah. Medan yang berat dan pola hidup nomaden mereka menjadi tantangan tersendiri,” ujar Mensos Risma.
Risma juga menceritakan pengalaman staf Kementerian Sosial yang kesulitan menemukan warga SAD di kawasan Kabupaten Batanghari.

Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi alasan utama bantuan harus segera disalurkan, mengingat warga SAD kesulitan mendapatkan bahan makanan.
Selama masa “melangun,” warga SAD membangun tenda sederhana dari terpal, tanpa dinding, alas, atau kasur. Meskipun hidup nomaden, beberapa warga sudah memiliki sepeda motor.
Namun, tradisi berpindah tempat menyebabkan beberapa dari mereka tidak memiliki kartu identitas, yang menghambat pencatatan sebagai penerima bantuan sosial.
Mensos Risma berupaya membujuk warga SAD untuk melakukan perekaman data, sambil tetap menghormati kearifan lokal yang melarang pengambilan foto terhadap wanita dan remaja.
“Kami memiliki kelompok yang sebagian besar anggotanya sudah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), meskipun masih ada yang belum. Jadi, belum 100 persen tercakup,” ungkap Tumenggung Ngalembo, kepala suku Suku Anak Dalam.
Kementerian Sosial menyalurkan berbagai macam bantuan kepada warga SAD, termasuk 270 unit terpal, 125 unit tikar, 250 lembar kasur, 500 lembar selimut, 135 unit tenda keluarga portabel, dan 1 unit tenda dome/tenda induk.
Selain itu, bantuan sandang, sembako, alat kebersihan diri, alat permainan edukatif dan nutrisi anak, serta alat olahraga juga diberikan kepada 125 keluarga dari dua kelompok SAD yang ditemui Mensos Risma.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung dan menjaga keberlangsungan hidup Suku Anak Dalam, meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Dengan bantuan yang diberikan, diharapkan warga SAD dapat melalui masa sulit ini dengan lebih baik. [ian]






