Surabaya (beritajatim.com)- Salah satu tantangan yang paling sering kita hadapi di zaman sekarang saat Ramadhan adalah godaan di media sosial.
Lagi asyik scrolling di siang hari, tiba-tiba muncul video orang makan besar atau yang sering kita sebut mukbang.
Rasanya perut langsung keroncongan dan air liur mulai menetes. Banyak dari anda yang akhirnya bertanya-tanya, sebenarnya menonton video orang makan saat puasa itu boleh atau tidak sih?
Dalam islam, puasa itu batal jika ada sesuatu yang sengaja dimasukkan ke dalam lubang tubuh, seperti makan atau minum.
Selama anda cuma menonton lewat layar HP dan tidak ikut menyantap makanannya secara nyata, puasa anda tetap sah secara hukum.
Meski tidak membatalkan secara hukum, bukan berarti tidak ada hal yang perlu diperhatikan. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu dan menjaga diri.
Dalam semangat yang diajarkan dalam ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat Muslim diajak untuk mengendalikan diri dan hawa nafsu, termasuk keinginan terhadap makanan.
Jika dengan menonton video mukbang terus-menerus bisa membuat anda semakin lapar dan emosional karena kepikiran makanan tersebut. Kegiatan itu dianggap kurang bermanfaat dan bisa mengurangi pahala puasa karena termasuk sengaja memancing nafsu makan.
Godaan dari media sosial memang tidak bisa dihindari. Algoritma sering kali menampilkan konten yang sedang populer, termasuk video makanan yang menggugah selera. Namun, dibutuhkan kesadaran pribadi untuk memilah tontonan.
Lebih baik lagi jika anda dapat mengalihkan perhatian pada konten yang lebih bermanfaat, seperti kajian, atau kegiatan produktif lainnya yang dapat membantu menjaga fokus ibadah selama Ramadhan.
Namun, jika anda tetap ingin menonton mukbang, waktu terbaik adalah setelah berbuka, sehingga godaan untuk makan saat puasa tidak muncul. Kemudian mengatur beranda media sosial agar tidak penuh video makanan juga bisa anda coba lakukan. [Wakhdah Alisa Berliana]






