Ringkasan Berita:
- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyiapkan skema penyerapan hasil tangkapan nelayan untuk memberikan kepastian harga.
- Pemerintah menyediakan fasilitas pendukung seperti cold storage, pabrik es, dan koperasi untuk meningkatkan daya tawar nelayan.
- Skema penyerapan hasil laut ke SPPG juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), tengah menyiapkan skema penyerapan hasil tangkapan nelayan guna memberikan kepastian harga bagi mereka. Hal ini disampaikan Zulhas saat mengunjungi 120 nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026).
Zulhas menjelaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyerapan hasil laut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Jadi nelayan nanti punya kepastian keuntungan. Jangan sampai capek-capek melaut, setelah sampai di darat harganya nggak jelas berapa ikan itu dibeli,” ujar menteri yang akrab disapa Zulhas ini.
Selain itu, pemerintah telah menyiapkan ekosistem pendukung bagi nelayan, mulai dari cold storage, pabrik es, hingga koperasi yang ada di Kampung Nelayan Merah Putih. Fasilitas tersebut disiapkan agar nelayan tidak lagi terpaksa menjual ikan dengan harga rendah saat hasil tangkapan melimpah.
“Itu agar nelayan punya daya tawar yang tinggi ya. Selama ini melaut ikannya begitu di darat ditawar berapa, kalau nggak dijual kan bisa busuk,” tambah Zulhas.
Keberadaan cold storage dan koperasi ini memungkinkan nelayan menyimpan hasil tangkapan ketika harga pasar sedang turun. Jika belum terserap pasar, ikan nantinya dapat dibeli oleh SPPG untuk kebutuhan program MBG.
“Nanti kalau semua sudah jadi, kalau ikan nelayan dapat banyak dan harganya turun bisa disimpan dulu. Kalau masih nggak dibeli juga, nanti SPPG yang beli ikannya. Sudah kita atur begitu. Sehingga nelayan punya kepastian harga,” jelasnya.
Zulhas mencontohkan pola serupa yang telah diterapkan pemerintah pada komoditas gabah, di mana Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dijamin Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. “Gabah kita jamin Rp6.500, kalau gak harga segitu gabah bisa dibeli Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes),” jelasnya.
Ketua KUB Nelayan Sumber Laut Lateng, Saipul Rahman, menyambut positif rencana tersebut. Selama ini, harga ikan sering jatuh saat musim tangkapan melimpah karena posisi tawar nelayan lemah di hadapan pengepul. Selain kepastian harga, para nelayan juga meminta dukungan fasilitas penunjang lain seperti SPBU khusus nelayan untuk membantu operasional melaut.
“Menteri kan menyampaikan bahwa nelayan itu akan dibikinkan standar harga, kemudian ikan-ikannya bisa diserap di SPPG. Kalau bagi nelayan, pasti kami senang kalau memang ada seperti itu, ekonomi nelayan mestinya meningkat,” jelas Saipul. [alr/suf]






