Gresik (beritajatim.com) – Menjelang Bulan Ramadan, harga sejumlah komoditas seperti cabe meroket baik. Berdasarkan catatan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag Gresik memprediksi perubahan harga akan terjadi seiring mendekati bulan puasa nanti.
Dari tujuh pasar milik Pemkab Gresik, sejumlah harga komoditas perlahan mulai naik meski masih stabil. Misalnya, cabai rawit yang mengalami kenaikan Rp 7 ribu menjadi Rp 56 ribu per kilonya. Hal yang sama harga cabe besar naik Rp 5 ribu ke harga Rp 39 ribu.
Masih tingginya harga cabai tersebut tidak lepas dari meroketnya harga saat awal tahun lalu yang menembus Rp 100 ribu. Hal itu dikarenakan, curah hujan yang tinggi membuat komoditas basah ini mudah membusuk. Belum lagi suplai barang ke sejumlah pasar di Gresik yang mengalami penurunan beberapa waktu lalu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cabe”]
Kepala Diskoperindag Agus Budiono menuturkan, terkait dengan kenaikan pihaknya selalu mengikuti perkembangan komoditas basah terutama cabai. Bahkan, masuk dalam asosiasi petani cabai Jawa Timur untuk berkoordinasi terkait suplai dari petani.
“Musim penghujan yang masih tinggi ini menjadi salah satu penyebab harga cabai masih di angka Rp 56 ribu. Apalagi menjelang Bulan Ramadan diperkirakan harga akan terus mengalami koreksi menjelang momen besar,” tuturnya, Selasa (1/03/2022).
Kendati ada kenaikan lanjut Agus, sejauh ini harga masih stabil meski ada sejumlah komoditas mengalami koreksi. Yang diwaspadai adalah bawang putih, bawang merah dan cabai karena sangat berpengaruh terhadap cuaca. “Semua komoditas itu berpeluang naik karena permintaannya tinggi apalagi menjelang Bulan Ramadan,” pungkasnya. [dny/kun]






