Surabaya (beritajatim.com) – Salah satunya wasit basket perempuan asal Kabupaten Nganjuk Septian Dwi Putri terpilih mengikuti penataran wasit 3×3 yang digelar oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), di China, pada tanggal 22-25 Juni 2023 mendatang.
Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur Grace Evi Ekawati mengatakan terpilihanya Septiana Dwi Putri mengikuti program dari FIBA merupakan pencapaian gemilang untuk dunia perwasitan, khususnya di wilayah setempat.
“Kami terus terang sangat bangga, makanya saya ini selalu bilang siap mendukung apapun itu,” kata Evi kepada wartawan di salah satu hotel di Kota Surabaya, Sabtu.
Menurutnya capaian wasit 25 tahun mampu menjadi motivasi untuk “pengadil lapangan” lainnya agar meningkatkan kualitas memimpin pertandingan, terutama bagi para wasit perempuan. “Selalu memotivasi apabila kami bisa membawa nama baik Jawa Timur,” ujarnya.
Di tempat yang sama, wasit perempuan calon peserta penataran FIBA Septiana Dwi Putri mengatakan ada beberapa tahapan seleksi nomor 3×3 yang dilaluinya, sebelum akhirnya terpilih mengikuti program dari induk federasi basket internasional, di China. “Kami mengikuti dari penataran dulu 3×3 dari basic (dasar). Kemudian kalau sudah basic naik ke nasional,” ujar Ana.
Ketika berada di fase nasional, dia diminta menjalan tugas memimpin sejumlah even bergengsi, seperti Liga Basket Indonesia (IBL) dan Asian Games. “Ada pemantauan dari supervisor dan lain sebagainya,” katanya.
Sebelum berangkat ke China, dia mengaku ada sejumlah persiapan yang akan dilakukan, baik dari segi fisik, pengetahuan soal peraturan nomor 3×3 hingga bahasa Inggris. Dia berharap keberhasilannya bisa membuka jalan bagi wasit perempuan lainnya agar bisa mendapatkan pengalaman serupa.
BACA JUGA:
Viral, Video Asisten Wasit Tarkam di Mojokerto Dikeroyok Supporter
Terlebih, Ana merasa bahwa para perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi tenaga profesional dalam bidang olahraga. “Peluang untuk perempuan itu sangat besar. Ini suatu penghargaan dan challenge (tantangan) baru,” ucapnya. (way/kun)






