Surabaya (beritajatim.com) – Saat marah kita sering lepas kontrol dengan melakukan tindakan atau ucapan yang bisa melukai orang lain, termasuk diri kita sendiri. Tipikal marah yang seperti itu, sering disebut dengan cara marah yang toxic.
Sebenarnya, marah adalah salah-satu emosi yang dimiliki manusia dan wajar untuk dilampiaskan. Namun, tahukah kamu, bahwa marah juga ada tata caranya lo. Hal ini penting, agar kemarahan kita tidak jadi bumerang untuk diri sendiri. Salah-satu cara marah yang dikenal luas adalah Silent Treatment atau sengaja untuk mendiamkan seseorang.
Ada 2 tipe silent treatment yang harus kita kenali, pertama being silent dan kedua, silent treatment. Saat marah sering kali kita tidak menyadari tindakan yang kita lakukan, hal itu karena kamu melakukannya secara spontan dan tanpa kontrol.
Maka, jika kamu mendapati dirimu sedang marah atau merasa tidak suka dengan tindakan seseorang, langkah pertama yang bisa kamu ambil adalah diam untuk sementara, hal ini disebut dengan being silent, yang perlu digaris bawahi dari cara ini adalah kata ‘sementara’.
Ambil jeda, dan renungkan kembali apakah peristiwa tadi patut untuk memancing amarahmu atau justru kamu menemukan, bahwa kamu juga punya andil dalam kesalahan itu.Dengan cara ini, kemarahanmu bisa berkurang, bahkan mungkin kamu akan mengurungkan niatmu untuk marah-marah.
Cara ini berbeda dengan ‘Silent Treatment’ yang dilakukan seseorang saat marah. Silent treatment adalah cara yang sengaja dipakai seseorang untuk mendiamkan orang lain dengan waktu yang lama, tanpa komunikasi sama sekali. Ini adalah cara marah yang toxic, karena tidak akan menyelesaikan masalah, justru memperkeruhnya.
Sailent treatment sendiri bisa disebabkan karena dua alasan. Pertama, karena seseorang tidak tahu bagaimana cara mengkomunikasikan perasaannya. Dan kedua, silent treatment yang sengaja dilakukan dengan maksud untuk menghukum seseorang yang dianggap melakukan kesalahan. Meski keduanya memiliki latar belakang yang berbeda, namun sama-sama masuk ke dalam tipe marah yang toxic.
Kenapa? karena dengan membiarkan masalah berlarut-larut, kamu justru memupuk emosi negatif di dalam diri kamu. Hal itu sangat tidak baik, lebih-lebih untuk kesehatan mental. Maka dari itu, mulai sekarang, cobalah untuk mengkomunikasikan perasaanmu dengan cara yang baik. (Jhn/ian)






