Surabaya (beritajatim.com) – Catlover Tanah Air patut berbangga hati lantaran Indonesia memiliki kucing dengan ras asli. Kucing busok namanya, yang berasal dari Pulau Raas, Sumenep, Madura. Hewan mamalia ini mendapat pengakuan dari World Cat Federation sebagai kucing lokal Indonesia.
Meski begitu, ternyata tak banyak yang mengetahui keberadaan kucing menggemaskan ini. Jika dilihat sekilas, kucing busok terlihat mirip dengan kucing British Shorthair, yakni dengan warna solid abu – abu, hitam, kecoklatan, dan kebiruan.
Wajahnya begitu lucu dihiasi dengan mata hijau gelap yang menawan. Tubuhnya sendiri bisa mencapai 60 sentimeter dengan berat 6,8 kilogram. Namun sayangnya, kucing busok rata – rata memiliki karakter pemarah, ia cenderung bersikap murung, tidak suka diperintah manusia, dan lebih agresif ketika sedang merasa kesal. Bisa dibilang kucing satu ini kurang cocok apabila dipelihara untuk menjadi teman anak – anak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kucing”]
Masyarakat Madura menamai jenis busok ini sebagai kucing kecubung. Pada tahun 1990an, kucing yang sanggup hidup selama 12 hingga 15 tahun ini pernah menjadi cinderamata atau oleh – oleh untuk tamu istimewa yang melancong ke Madura. Akan tetapi populasi kucing busok yang semakin sedikit membuat Pemerintah Kabupaten Sumenep akhirnya melarang hal tersebut.
Ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa kucing busok atau kucing Raas ini merupakan keturunan dari kucing Korat, terlebih yang memiliki warna bulu kebiruan. Bisa dilihat pula kemiripan dari ujung ekor mereka yang bengkok.
Mengutip laporan penelitian biologi yang dimuat pada jurnal Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mayarakat IPB University Guru oleh Ronny Rachman Noor, Guru Besar Pemuliaan dan Genetika dari Fakultas Peternakan IPB University, ada fakta bahwa Kucing Busok memiliki variasi genetika yang masih tinggi dan tergolong langka.
Ini disebabkan fakta bahwa kucing busok tidak ditemukan di luar Pulau Madura. Sehingga dapat diyakini bahwa kucing Busok benar – benar merupakan ras asli Indonesia.
Sementara itu, untuk bisa diakui di seluruh dunia, ada dua tahapan yang perlu dilalui terlebih dahulu. Pertama, dengan membuktikan kemurnian gen hingga tiga generasi. Lalu kedua, Indonesia wajib mepresentasikan dalam forum internasional di hadapan World Cat Congress, yang mana sebuah organisasi berisi gabungan federasi dan asosiasi pelestari ras kucing dunia sejak tahun 1994.
Ketika dua hal tersebut dipenuhi, barulah kucing itu dapat diakui menjadi salah satu ras kucing dunia. (mnd/nap)






