Surabaya (beritajatim.com) – Satu lagi jenis shaming yang marak banget terjadi yaitu Mom Shaming. Mom Shaming merupakan sebuah fenomena yang masih sering terjadi di masyarakat. Kebanyakan, yang menerima perlakuan ini adalah para ibu muda.
Mom shaming adalah salah satu tindakan yang mempermalukan, merendahkan, atau menghakimi seorang ibu. Biasanya, berupa kritik atas pilihan cara persalinan atau bentuk tubuh pasca persalinan.
Lalu bagaimana ciri dan bagaimana cara menghadapinya perlakuan mom shaming ini? Berikut ulasannya dilansir dari The Independent.
1.Berkomentar soal pilihan cara melahirkan
Biasanya, yang paling banyak dikomentari yaitu soal pilihan untuk operasi caesar.1. Cara untuk menghadapi cukup dengan cuekin saja omongan yang datang dari orang lain.
2. ASI?
Selanjutnya perilaku shaming ini biasa komentar pada persoalan ASI dan pilihan untuk memberikan susu formula pada anak. Selain itu biasanya juga dikritik soal pilihan untuk memberikan ASI dengan botol susu.
Para ibu tidak perlu terlalu dipikirkan. Sebab, hanya Anda yang tahu apa yang terbaik untuk sang buah hati. Ubah pola pikir, dan jadikan kritik itu sebagai masukan untuk kita
4. Membandingkan tumbuh kembang anak.
Biasanya yang dibandingkan adalah soal kecepatan bicara, berjalan, dan bobot tubuh anak. Tidak perlu takut cukup tanamkan pikiran positif pada diri Anda sendiri bahwa anak akan berkembang sesuai dengan perkembangannya masing-masing.
5. Memberikan komentar negatif kepada ibu bekerja
Biasanya yang dikomentari karena pola asuh dari sang anak. Orang lain juga terkesan memaksakan pendapat tanpa memahami kondisi. Bahkan sering juga terjadi memberikan kritik jika melihat ibu lain melakukan me time usai bekerja.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kesehatan”]
Mom Shaming ini juga berdampak buruk pada seorang ibu. Diantaranya bisa, membuat rasa percaya diri seorang ibu hilang. Selain itu akan mendorong munculnya baby blues.
Saat Muncul emosi negatif dalam diri ibu, yang bisa berdampak pada anak. Bahkan, jika sudah parah, dapat mempengaruhi secara fisik juga. Oleh sebab itu, mom shaming tidak perlu terlalu dipikirkan, sebab yang paling tahu soal anak adalah ibu itu sendiri. (dan/ian)






