Surabaya (beritajatim.com) – Perubahan iklim seringkali dibicarakan seolah-olah hanya akan terjadi pada masa mendatang. Nyatanya perubahan iklim sudah berlangsung sejak lama dan kian nyata.
Salah satu akibat dari perubahan iklim yaitu cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir sering dirasakan pada beberapa negara dunia. Berikut ini beberapa cuaca ekstrim yang melanda dunia.
Heatwave
Heatwave merupakan istilah dari cuaca panas ekstrem melanda berbagai negara dunia pada Juni sampai Juli 2021. Indonesia pun sempat merasakan ini pada awal oktober 2021 lalu.
Salah satu wilayah yang mengalami heatwave adalah wilayah utara Amerika Serikat. Bahkan pada beberapa wilayah seperti California, suhu panas bisa mencapai 54°C dan masuk kategori bahaya.
Cuaca ekstrem tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, namun bisa juga mematikan. Menurut beberapa ahli, kondisi cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat diperparah oleh terbentuknya heat dome.
Heat dome terjadi saat atmosfer memerangkap udara panas dan menyebabkan terjadi tekanan terhadap udara tersebut sehingga menimbulkan panas yang lebih tinggi di atas permukaan bumi.
Banjir
Pada bulan Juli 2021 beberapa negara di Eropa Barat, seperti Inggris, Jerman, Belgia, juga beberapa negara lain mengalami banjir bandang. Banjir itu disebabkan oleh badai dan hujan lebat.
Peristiwa ini lantas menyebabkan rusaknya bangunan dan merenggut nyawa. Selain Eropa, banjir pun menerpa Henan, China. Zhengzhou, ibukota provinsi Henan, mengalami hujan yang sangat deras.
Zhengzhou tercatat menerima curah hujan 550 mm dalam 24 jam pada 18-20 Juli. Angka curah hujan itu setara dengan 87% curah hujan tahunan rata-rata kota tersebut.
Curah hujan yang tidak wajar lantas menimbulkan banjir hingga dapat mengganggu sistem transportasi bawah tanah. Dari kejadian itu, korban tewas mencapai lebih dari 300 orang.
Kebakaran Hutan
Sejak akhir Juli 2021, Turki jadi negara yang mengalami kebakaran hutan yang luar biasa. Menurut penuturan Presiden Erdogan, kebakaran hutan kali ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah.
Kebakaran hutan di Turki sebabkan oleh gelombang panas (heatwave) juga angin kencang. Dalam kejadian tersebut, 8 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Lalu pada 5 Agustus, dikabarkan bahwa api sudah merembet mendekati pembangkit listrik tenaga batu bara di bagian Barat Daya Turki. Apabila pembangkit listrik tersebut terbakar, terdapat risiko menyebarnya gas berbahaya secara tidak terkendali.
Kini ruang penyimpanan bahan bakar di pembangkit listrik tersebut sudah dikosongkan. Negara tetangga Turki, seperti Yunani saat ini pun turut berjuang meredakan kebakaran hutan yang semakin merembet ke wilayahnya.
Perubahan temperatur dan cuaca yang terjadi di berbagai belahan dunia memang merupakan hal yang alami. Namun, dari pandangan ahli, perubahan iklim membuat intensitas perubahan tersebut kian parah hingga meningkatkan kemungkinan terjadinya bencana alam. [dan/tur]






