Surabaya (beritajatim.com) – Social Anxiety Disorder merupakan kondisi di mana seseorang mengalami fobia dengan lingkungan sosial.
Biasanya mereka cenderung merasa resah, gugup, tidak percaya diri, dan bahkan takut secara berlebihan untuk berinteraksi dengan orang lain atau segala sesuatu yang bersifat sosial dan umum.
Seperti halnya, saat akan melakukan presentasi, tampil depan banyak orang, memulai percakapan, bertemu orang-orang baru, dan saling kontak mata.
Bahkan beberapa di antaranya merasa sangat tidak nyaman ketika menggunakan fasilitas umum. Karena hal-hal tersebut membuat para social anxiety disorder merasa tertekan. Hal ini bisa terjadi karena mereka merasa seperti selalu diawasi dan dihakimi.
Adapun gejala yang kerap dialami orang dengan kondisi social anxiety disorder, seperti sulit bernafas, tubuh menjadi gemetar serta berkeringat, pusing, detak jantung berdegup lebih cepat dari biasanya, hingga mungkin terasa ingin pingsan.
Tentu saja kondisi ini sangat berbeda dengan orang pemalu pada umumnya. Jika malu hanya bersifat sementara, social anxiety disorder justru berlangsung dengan cukup lama. Tak ayal jika kerap mengganggu aktivitas keseharian.
Untuk mengatasinya sebenarnya cukup mudah, hanya saja butuh waktu yang tentu tidak sebentar dan mungkin bersifat sementara.
Langkah pertama yakni dimulai dari menenangkan diri, cara ini bisa dilakukan dengan menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. Lakukan secara berulang atau beberapa kali sampai merasa lebih baik.
Selanjutnya, ubah pola pikir yang selama ini tertanam dan membelenggu. Rasa cemas dan ketakutan akan kesalahan yang mungkin saja terjadi, dan ini merupakan hal yang wajar dialami setiap orang.
Jika memungkinkan, menggunakan aroma terapi juga bisa membantu seorang yang mengalami social anxiety disorder. Setidaknya cara ini bisa membuat lebih kondisi rileks, hingga rasa cemas berkurang.
Jika semua cara tidak memberikan dampak maksimal, terlebih sudah dianggap sangat mengganggu, maka sebaiknya temui terapis. Melakukan psikoterapi, tak hanya dapat mengurangi gejala, tapi juga dapat membantu menghilangkan fobia tersebut. (Fyi/ian)






