Surabaya (beritajatim.com) – Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur merupakan tempat ditemukannya Homo Wajakensis, fosil jenis homo sapiens tertua di Asia yang merupakan nenek moyang langsung dari manusia modern.
Homo wajakensis adalah manusia purba yang pernah hidup di Indonesia. Fosil Homo wajakensis ditemukan pertama kali oleh B. D. van Rietschoten pada tahun 1889 di Desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur.
Fosil Homo wajakensis yang ditemukan berupa tengkorak, fragmen rahang bawah, dan beberapa ruas tulang leher. Diduga, fosil-fosil tersebut milik manusia berjenis kelamin perempuan yang berusia 30 tahun.
Baca Juga: Jelang Hari Jadi ke-818, Sejarah dan Asal-usul Kabupaten Tulungagung Berkaitan Kerajaan Daha Kadiri
Ciri-Ciri Homo Wajakensis
Homo wajakensis memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakan dari sapiens lainnya, berikut ciri-ciri selengkapnya:
- Memiliki volume otak sekitar 1630 cc, yang lebih besar daripada volume otak Homo erectus.
- Memiliki dahi yang tinggi dan menonjol.
- Memiliki tulang pipi yang tebal dan menonjol.
- Memiliki hidung yang lebar dan mancung.
- Memiliki rahang yang kuat dan menonjol.
Homo wajakensis diperkirakan hidup pada masa Pleistocene Akhir, sekitar 40.000 hingga 20.000 tahun yang lalu. Homo wajakensis dianggap sebagai jenis Homo sapiens pertama di Asia, dan merupakan nenek moyang langsung dari manusia modern.
Kelebihan Homo Wajakensis
Homo wajakensis memiliki kemampuan yang lebih maju daripada Homo erectus. Mereka telah mampu membuat peralatan batu yang lebih kompleks, seperti kapak genggam, pahat, dan alat-alat serpih. Mereka juga telah mampu berburu hewan besar, seperti banteng, rusa, dan babi hutan.
Homo wajakensis hidup dalam kelompok-kelompok kecil, dan hidup dengan berburu dan meramu. Mereka juga telah mulai menetap di tempat-tempat tertentu, dan membangun tempat tinggal yang sederhana.
Penemuan Homo wajakensis merupakan salah satu penemuan penting dalam sejarah manusia. Penemuan ini menunjukkan bahwa manusia modern telah hidup di Asia sejak zaman prasejarah.
Baca Juga: Dekan FT Universitas Jember Jelaskan Kronologi Kematian Mahasiswi di Argopuro
Lokasi Penemuan Homo
Homo wajakensis ditemukan di sebuah ceruk di lereng pegunungan karst di barat laut Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Tepatnya di Desa Wajak, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Fosil Homo wajakensis pertama kali ditemukan oleh B. D. van Rietschoten pada tanggal 24 Oktober 1889. Fosil tersebut berupa tengkorak, fragmen rahang bawah, dan beberapa ruas tulang leher. Diduga, fosil-fosil tersebut milik manusia berjenis kelamin perempuan yang berusia 30 tahun.
Pada tahun 1890, Eugene Dubois melanjutkan penelitian Homo wajakensis di lokasi yang sama. Dubois menemukan tengkorak, rahang atas dan bawah, tulang paha dan tulang kering.
Baca Juga: Viral Video Emak-Emak di Ngawi Bawa Poster Gibran di Sekolah TK, Bukan Kampanye Cuma Ngefans
Dari situlah, Tulungagung dianggap memiliki peradaban kuno dan sebagai daerah tertua yang telah dihuni oleh manusia prasejarah. (ian)






