Surabaya (beritajatim.com) – Syuting pasti menggunakan banyak sekali peralatan, salah satunya adalah clapperboard. Alat ini tidak hanya untuk styling. Namun, ini memainkan peran penting dalam proses pengeditan video. Mari kita lihat lebih banyak!
Jika anda pernah melihat orang sedang melakukkan syuting, pasti anda tak asing dengan teriakan sutradara yaitu ‘action!’ dan setelah itu terlihat orang sedang memegang papan berwarna hitam putih dan terdengar bunyi ‘Ctak!’
Clapperboard adalah alat yang digunakan untuk menyingkronkan audio dan visual, berbentuk papan kecil berbahan kayu. Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana papan kecil ini bekerja.
Berikut Fungsi anatomi clepperboard, simak selengkapnya!
Judul film
Untuk kenyamanan penyimpanan dan transmisi data, dan ingatlah untuk menempatkan judul film di atas clapperboard agar tidak tertukar dengan proyek lain.
Slate
Slate adalah urutan dalam proses pengambilan gambar. Dimulai dengan angka 1 dan terus bertambah hingga semua gambar terambil dengan benar. Oleh karena itu, jika pada kolom tanda kurung terdapat 376, berarti gambar tersebut merupakan gambar ke-376 yang diambil saat proses pengambilan gambar.
Scene
Kolom ini menjelaskan adegan/scene yang diambil. Kolom ini diisi sesuai dengan skrip. Jadi jika anda akan mengambil gambar sesuai di naskah terbilang scene 9, tulis angka 9 di kolom ini.
Shoot
Setiap adegan terdapat beberapa tembakan gambar. Tentu besarannya tergantung kebutuhan sutradara. Beberapa adegan hanya memerlukan satu tembakan panjang tetapi juga dapat melebihi 10 tembakan. Nah jumlah tembakan tersebut di tulis dalam kolom shoot
Take
Dalam pengambilan gambar Setiap shoot diulang sampai sutradara benar-benar puas dengan apa yang diambil. Oleh karena itu, jumlah pengambilan akan terus meningkat hingga sutradara puas dengan rekaman yang direkam.
Nama sutradara
Di kolom ini berisi nama sutradara dalam project tersebut, yang berguna untuk di catat waktu post-production.
Nama DOP (Direct of Photography)
Di kolom ini berisi nama DOP (Direct of Photography) dalam project tersebut, yang berguna untuk di catat waktu post-production.
Tanggal syuting
Syuting film pendek biasanya dikerjakan dalam kurun waktu 3-4 hari, tetapi bisa kurang atau lebih. Sedangkan, Membuat film layar lebar bisa memakan waktu mulai dari dua minggu hingga satu bulan, tetapi juga bisa lebih pendek bisa lebih lama. Data tanggal yang direkam biasanya berantakan atau tidak berurutan. Tanggal syuting penting dicatat pada clapperboard untuk mempermudah pengumpulan data pada pasca-produksi.
Card
Di era digital, banyak media perekaman, dari kartu SD hingga kartu CF hingga SSD. Anda akan menangani banyak kartu selama syuting. Oleh karena itu, penting untuk menyimpannya ke clipboard untuk memudahkan pengumpulan data.
Day/Night
Suasana malam tidak selalu di rekam pada malam hari, namun pemandangan siang hari dapat dibidik pada malam hari. Oleh karena itu, tergantung pada skenarionya, penting juga untuk melihat apakah adegan tersebut benar-benar terjadi pada malam hari atau pada siang hari. (ptr/tur)






