Surabaya (beritajatim.com) – Ganjar Pranowo Bakal Calon Presiden dari PDIP dijadwalkan akan melakukan safari politik ke Kota Surabaya akhir pekan ini. Salah satu yang akan dikunjungi adalah rumah kelahiran presiden pertama Ir Soekarno.
Hal ini telah dikonfirmasi oleh Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Rencananya Ganjar akan melakukan agenda partai dan mengunjungi lokasi sejarah, termasuk mengunjungi rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean 4 Peneleh, Nomor 40, Kecamatan Genteng Kota Surabaya.
Mengenal lebih jauh mengenai rumah kelahiran Bung Karno. Tempat bersejarah ini telah direvitalisasi sebagai situs sejarah dan museum oleh Pemkot Surabaya, pada tahun lalu.
Baca Juga: Sabtu Lusa Ganjar Pranowo ke Surabaya, Inilah Tempat-tempat yang Didatangi
Museum rumah kelahiran Bung Karno menguatkan identitas Surabaya sebagai kota pahlawan. Presiden pertama RI itu lahir dan besar di Surabaya. Soekarno yang memiliki nama kecil Koesno, dilahirkan pada 6 Juni 1901.
Melansir artikel Beritajatim yang tayang pada 7 Juni 2022, Pemkot Surabaya merevitalisasi rumah kelahiran Bung Karno dengan mengusung konsep Kampung Kebangsaan.
Dengan konsep Kampung Kebangsaan, rumah kelahiran Bung Karno terhubung dengan lingkungan sekitar. Sehingga pengunjung akan merasakan bagaimana kehidupan suasana tempo dulu layaknya ketika Bung Karno lahir.
Baca Juga: PKB Dukung Pembongkaran Bangunan Liar di Jember
Apalagi mengingat rumah tersebut terletak tidak jauh dari rumah milik HOS Cokroaminoto di Jalan Peneleh Gang VII Nomor 29-31.
Tempat ini juga tidak bisa dipisahkan dari kisah hidup Bung Karno karena pernah menjadi indekos saat Pahlawan Proklamasi tersebut sedang menempuh pendidikan di Surabaya.
Di dalam kompleks situs, ada pula Langgar Dhuwur, sebuah mushola berusia 2 abad yang jadi tempat Bung Karno belajar baca tulis Alquran serta ilmu agama.
Dengan upaya revitalisasi, Pemkot Surabaya berharap lingkungan kelahiran Bung Karno dapat menjadi destinasi wisata pendidikan yang inspiratif dan edukatif. Wisatawan, khususnya para pelajar, dapat belajar sekaligus meneladani semangat Bung Karno dalam membangun bangsa.
Baca Juga: Warga Binaan Rutan Banjarsari Gresik Diberi Pelatihan Kerja
Sejarah Kelahiran Bung Karno di Surabaya
Keluarga Bung Karno bukanlah asli Surabaya, melansir beberapa literatur, termasuk dari laman Bapekko Surabaya, pada saat itu ayah Soekarno, Raden Soekemi Sosrodihardjo dipindahtugaskan dari Singaraja, Bali sebagai guru di Sekolah Rakyat Sulung Surabaya pada 1900.
Tidak sendirian, Soekemi juga memboyong sang istri, Ayu Nyoman Rai Srimben yang tengah mengandung Soekarno ke Surabaya.
Peneleh dipilih sebagai lokasi tempat tinggal Soekemi dan Ayu Nyoman yang baru, lantaran dekat dengan berlabuhnya kapal yang ditumpangi mereka di Kali Mas.
Baca Juga: PDIP Jatim Target 45 Kursi pada Pemilu 2024
Suasana Cagar Budaya Rumah Kelahiran Bung Karno
Apabila kamu mengunjungi lokasi sejarah ini, akan terlihat di gang depan rumah sebuah prasasti yang bertuliskan ‘Di Sini Tempat Kelahiran Bapak Bangsa DR IR Soekarno’.
Rumah kelahiran Bung Karno berjarak 200 meter dari prasasti di depan gang Pandean IV tersebut. Dari depan, tampak material bangunan rumah lama khas tempo dulu yang masih kental namun terawat rapi.
Saat memasuki ruang tengah, tampak terpasang bacaan Ayat Kursi di bagian atas. Sedangkan di bagian dalam, arsitektur rumah lama sangat kental. Di ruang tengah, terdapat dua ruang kamar tidur. Satu di antaranya merupakan kamar di mana Bung Karno dilahirkan. (kai/ian)






