Ringkasan Berita:
- Mendikti Brian Yuliarto mengungkap skema baru anggaran riset nasional.
- Dana penelitian disebut meningkat meski persaingan semakin ketat.
- Jumlah pendaftar riset naik hingga empat kali lipat.
- PTS mendapat peluang lebih luas melalui pembatasan pendaftaran PTN.
Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto membocorkan skema baru anggaran riset nasional yang disebut mengalami peningkatan meski persaingan antarpeneliti dan lembaga kini semakin ketat.
Brian menegaskan bahwa alokasi dana penelitian nasional tidak mengalami penurunan, bahkan justru bertambah melalui skema baru yang mencakup honorarium tambahan.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pendaftar hingga tiga sampai empat kali lipat menjadi penyebab utama kompetisi mendapatkan dana riset semakin sengit.
“Dana riset sebenarnya tidak turun. Yang daftar naik tiga sampai empat kali lipat dan ada honor 25 persen. Jadi jumlahnya tidak turun, justru bertambah. Namun persaingannya menjadi lebih ketat,” ujarnya saat mengunjungi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (9/5/2026).
Brian menjelaskan, skema terbaru tersebut menghadirkan tambahan honor sebesar 25 persen bagi penerima dana riset, sehingga total pembiayaan nasional untuk penelitian mengalami penguatan.
Selain membahas dana riset, pemerintah juga menerapkan kebijakan baru terkait penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN).
Pendaftaran mahasiswa baru PTN dibatasi hingga maksimal 30 Juli 2026.
“Penerimaan mahasiswa baru di PTN dibatasi hingga maksimal 30 Juli. Dengan demikian, PTS memiliki kesempatan membuka pendaftaran lebih panjang hingga September atau awal Oktober,” kata Brian.
Langkah ini bertujuan memberikan ruang yang lebih luas bagi perguruan tinggi swasta (PTS) untuk menjaring calon mahasiswa baru.
Rektor Umsura Mundakir menyambut baik kebijakan tersebut dan menilai langkah pemerintah mendukung penguatan peran kampus swasta melalui konsep Kampus Berdampak.
“Saya kira ini bagian dari perwujudan Kampus Berdampak. Kami mendukung program tersebut dengan mengarahkan riset-riset kampus pada kebermanfaatan di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sebagai implementasi nyata, Umsura telah mengembangkan teknologi panel surya untuk mendukung rumah pompa air bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya.
Program tersebut menjadi contoh bagaimana riset kampus dapat langsung memberi solusi terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini bagian dari bagaimana kampus bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kami mendapat beberapa rumah pompa untuk tahap awal dan akan mengajukan pengembangan lebih lanjut setelah sistem ini optimal,” pungkasnya. [ipl/beq]






