Surabaya (beritajatim.com) – Tak perlu jauh ke Pontianak atau Singapore untuk menikmati kuliner khas peranakan. Di Depot Tengahari, kawasan Cipto Mangunkusumo, Sidoarjo, Anda bisa mencicipi bakmi satay kuah kari dan nasi claypot ayam yang kaya rasa — menghadirkan cita rasa pecinan yang hangat, ringan, dan bikin rindu rumah.
Di balik hiruk-pikuk Jalan Cipto Mangunkusumo, Sidoarjo, ada sebuah depot mungil yang sejak Mei 2025 mulai mencuri perhatian para pemburu rasa. Namanya Depot Tengahari — sebuah kedai yang seolah membawa cita rasa kuliner pecinan klasik ke tengah kota.
Salah satu yang paling diburu adalah Bakmi Satay Tengahari. Semangkuk mie bertekstur kenyal ala bakmi karet, disiram kuah kari ringan, disajikan dengan sate daging meltique yang gurih manis, kailan goreng, telur rebus, daging cincang, kerupuk pangsit, dan dua tusuk sate saykoro yang juicy.
Bukan hanya bakmi, ada juga Nasi Siram Ayam Claypot yang tak kalah menggoda. Nasi hangat disiram kuah kental berisi pakcoy, wortel, sawi, dan kocokan telur, lalu ditambah ayam grill yang smoky, lengkap dengan taburan remukan rengginang—paduan sederhana yang justru memunculkan rasa “homey” di setiap suapan.
Nabila Sawa, pecinta kuliner asal Candi, Sidoarjo, sudah dua kali datang ke depot ini. Ia mengaku terpikat pada kelezatan bakmi kuah satay yang terasa ringan, gurih, dan tidak terlalu pedas.
“Rasanya ngga jauh beda sama kedai-kedai peranakan di luar negeri, kuahnya pas, bakminya kenyal, dan bumbunya gak lebay,” ujarnya, Selasa (15/7/2025).
Menu lainnya pun tak kalah menarik: Nasi Telur Asin, Nasi Tomat Katsu, Nasi Chili Oil Charisu, Mie Yamin Satay Tengahari, hingga Kwetiau Udang. Sementara untuk camilan, ada Cakwe Udang Pesisir, Pao Telur Asin, Butter Kaya Toast, dan Wonton Kare Tengahari — aneka dimsum yang bikin lidah tak berhenti mengunyah.
“Aku paling suka dimsumnya, terutama pao telur asinnya. Rasanya pas di lidah, ringan tapi nagih,” imbuh Nabila.
Dengan harga mulai Rp13.000 hingga Rp38.000, Depot Tengahari menjadi tempat nyaman menikmati kuliner peranakan tanpa harus jauh-jauh ke negeri jiran. Buka sejak pukul 07.00 WIB, kedai ini mengajak siapa pun untuk memulai hari dengan kehangatan rasa yang membawa kenangan.
Di Tengahari, setiap suapan seperti menyapa lidah dan hati — membawa pulang rasa rumah yang mungkin selama ini kita cari. [way/suf]






