Blitar (beritajatim.com) – Rini Syarifah dan Rahmat Santoso nampaknya akan saling bersaing dalam Pilbup Blitar 2024 mendatang. Kedua politisi yang saat ini berpasangan sebagai Bupati dan Wakil Bupati itu nampaknya akan saling sikut demi mendapatkan kursi AG 1.
Kedua politisi tersebut, juga telah menyatakan kesanggupannya untuk maju menjadi Bupati Blitar periode 2024 – 2029 mendatang. Rini Syarifah jauh-jauh hari telah menyatakan sikap untuk maju kembali dalam kontestasi Pilbup 2024 mendatang.
Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar tersebut, menyatakan tidak ada keraguan dalam hatinya untuk tidak melanjutkan kepemimpinannya sekarang. Politisi kelahiran 1977 silam itu yakin masyarakat masih percaya pada kinerjanya. Atas dasar itulah Rini Syarifah atau yang akrab disapa Mak Rini akan maju kembali untuk memperebutkan posisi Bupati Blitar.
“Pastilah, tidak ada alasan untuk tidak maju lagi,” kata Rini Syarifah, Bupati Blitar saat dirinya menyerahkan berkas Bacaleg di KPU Kabupaten Blitar, Sabtu (13/8/2023) lalu.
Sejumlah strategi pun telah disusun oleh PKB untuk mengusung Rini Syarifah maju kembali dalam kontestasi Pilbup Blitar 2024 mendatang. Salah satunya yakni fokus meningkatkan perolehan kursi DPRD menjadi 10, agar PKB bisa mengusung Rini Syarifah sebagai Bupati Blitar secara mandiri.
BACA JUGA:
Wabup Blitar Mundur, Visi Politik Kini Tinggal Janji
Langkah itu sebagai antisipasi jika tidak ada partai yang ingin berkoalisi dengan PKB untuk mengusung Rini Syarifah pada Pilbup Blitar 2024. Dengan perolehan 10 kursi secara otomatis PKB telah menggenggam tiket untuk mendaftarkan Rini Syarifah sebagai Calon Bupati Blitar 2024-2029.
“Meski pasti Pilbup kan masih lama saat ini fokus untuk pemenangan Pileg dulu baru ke situ,” tutup Rini
Di sisi lain, Sang Wakil, Rahmat Santoso nampaknya juga memiliki hasrat untuk merebut kursi Bupati Blitar dari tangan Rini Syarifah. Dalam pernyataannya usai mengajukan surat pengunduran diri, Rahmat Santoso menyatakan siap untuk maju sebagai calon Bupati Blitar periode 2024-2029 asalkan masyarakat menghendakinya.
“Saya tidak akan berani membicarakan ini kecuali benar jika masyarakat menghendaki saya jadi AG 1 saya juga akan lawan perintah ketua umum maupun ke kyai saya kalau semua masyarakat menghendaki,” kata Rahmat Santoso, Wakil Bupati Blitar, Senin (14/8/2023) lalu.
Rahmat Santoso sendiri telah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai Wakil Bupati Blitar. Pengunduran diri Rahmat Santoso ini lantaran dirinya maju sebagai Bacaleg DPR-RI dapil Tuban- Bojonegoro.
Meski telah memastikan diri sebagai Bacaleg DPR-RI, langkah Rahmat Santoso bisa saja berbelok untuk bersaing di Pilbup Blitar mendatang. Sekali Lagi asalkan rakyat menghendakinya.
“Saya tidak apa-apa jadi AG 1, AG 2 atau AG-AG an bagi saya jabatan itu sudah digariskan dan tidak dibawa mati,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Rahmat Santoso Mundur dari Wabup Blitar Dianggap Kurang Etis
Rahmat Santoso sendiri sempat melontarkan kata-kata menarik saat menghadiri acara bersih Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, Jumat (21/7/2023) lalu. Rahmat menyebut bahwa tahun 2024 mendatang hanya akan ada satu calon melawan bumbung kosong.
Menurutnya semua partai hanya akan menyodorkan satu nama bakal calon Bupati Blitar 2024 mendatang, kecuali PKB. Rahmat menyebut bahwa kemungkinan hanya PKB lah yang akan mengusung nama yang berbeda.
“Ya nanti pada Pilkada yang ada aklamasi atau satu calon saja tidak ada lawan semua partai akan mencalonkan satu nama, kalau semua partai saya prediksi hanya satu nama. Lihat saja nanti,” ungkap Rahmat saat itu.
Hal itu pun seolah menjadi signal bahwa akan ada persaingan dianatar Rahmat Santoso dan Rini Syarifah dalam Pilbup Blitar 2024 mendatang. Ungkapan Rahmat Santoso itupun seolah menjadi penegasan strategi PKB untuk memenangkan Pileg 2024 demi mengunci tiket untuk Pilbup 2024 mendatang. Patut dinanti siapa yang bakal jadi pemenang diantara Bupati dan Wakilnya tersebut. [owi/beq]






