Malang(beritajatim.com) – Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dinonaktifkan berdasarkan hasil anev dan evaluasi malam ini. Dia dicopot sesuai telelegram ST 2098/X/Kep 2022 yang menontaktifkan sekaligus dimutasikan sebagai Pamen SDM Polri.
Selain itu, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta juga menonaktifkan sembilan Anggota Brimob, yakni Danyon Brimob AKBP Agus. Lalu Danki AKP Has Darman, AKP Nanang, Danton Aiptu Solikin, Danton Aiptu M Samsul, Danton Aiptu Ari Diyanto, Danki AKP untung, Danton AKP Danang, Danton AKP Nanang serta Danton Aiptu Budi.
Kemudian bagaiman nasib panitia pelaksana pertandingan? Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana di Kantor Arema mengaku sampai saat ini manajemen sedang melakukan diskusi terkait kepanpelan Arema. Dia memastikan manajemen akan menerima segala konsekuensinya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
“Kita lagi diskusi di sini. Duduk bersama belum bisa beri jawaban. Siapa yang bersalah dikejadian ini. Tapi kami harus menerima konsekuensinya,” kata Gilang.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Media Officer Arema FC, Sudarmaji. Atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 Aremania, manajemen siap dievaluasi. Sebagai buktinya, manajemen terus memberikan laporan secara terbuka pada tim investigasi. “Evaluasi internal tentu bahwa kita sudah memberikan banyak laporan ke tim investigasi yang bekerja hari ini. Apapun keputusan nantinya Arema siap menjalankan konsekuensi. Siap di evaluasi,” kata Sudarmaji.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan tim investigasi hari ini juga melakukan pemeriksaan terkait penerapan pasal 359 dan 360 KUHP dengan melakukan pemeriksaan 20 orang saksi. “Dari hasil itu tim melakukan gelar perkara, dari gelar perkara dari penyelidikan statusnya kini menjadi penyidikan. Malam ini statusnya sudah penyidikan,” pungkas Dedi. [luc/suf]






