Surabaya (beritajatim.com) – Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Bahkan, sejumlah warga di Jawa Timur dikabarkan meninggal dunia akibat wabah ini.
Penyakit yang juga disebut dengan kencing tikus tersebut dapat menular dari beberapa cara. Salah satunya melalui banjir atau genangan air pasca hujan.
Hal ini tentu tidak lepas dari kebersihan di lingkungan sekitar. Karena pada umumnya tikus menyukai tumpukan sampah atau tempat-tempat yang kebersihannya kurang terjaga, maka kemungkinan besar kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira ini sudah ada di sekitar masyarakat sebelumnya.
Ketika memasuki musim penghujan dan banjir melanda, bakteri leptospira akan lebih mudah menjangkau tubuh manusia. Terlebih jika seseorang memiliki luka atau goresan pada kulit tubuhnya. Tak ayal jika proses tertularnya pun akan lebih cepat.
Selain itu, penyakit ini bisa juga menular dari cara lain, yakni melalui kontak fisik dengan hewan. Misalnya seperti tikus, anjing, babi, kambing, sapi, atau kucing. Di mana hewan-hewan ini sebelumnya telah terpapar bakteri leptospira.
BACA JUGA: Wabah Leptospirosis Jangkit Ratusan Warga Jawa Timur, Ini Gejala hingga Cara Atasinya
Maka untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya penularan, masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan. Sebisa mungkin hindari area yang berdampak banjir, atau setidaknya kurangi intensitas bersentuhan dengan air genangan, lumpur, atau sejenisnya.
Gunakan alas kaki yang dirasa memungkinkan untuk digunakan, seperti sapatu boots. Tidak lupa gunakan plester anti air untuk menutupi luka terbuka yang ada pada kulit.
Begitu juga jika bersentuhan dengan hewan. Sebaiknya kurangi kebiasaan melakukan kontak langsung dengan hewan peliharaan atau ternak. Tidak lupa juga untuk mencuci tangan dan kaki usai menyentuh sesuatu. Bila perlu, segera bersihkan diri dengan mandi.
Perlu diketahui, mereka yang terjangkit leptospirosis umumnya mengalami beberapa gejala, seperti demam tinggi, muncul warna kemerahan pada area selaput mata, nyeri otot hingga kesulitan berjalan, hingga warna kekuningan (inkerik) pada mata dan kulit. Jika muncul gejala ini, maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. (fyi/nap)






