Hong Kong (beritajatim.com) – Suara menderu “Whuut… Whuut…” membangunkan warga Hong Kong dini hari. Topan Super Ragasa mengirimkan ‘surat salam’nya dengan kekuatan penuh, menerjang kota metropolitan itu dengan angin berkecepatan mencapai 215 hingga 295 kilometer per jam sebelum bergerak ke arah China daratan.
Observatorium Hong Kong tidak main-main. Mereka mengeluarkan peringatan badai tropis tertinggi, tingkat T10, tepat pada pukul 02.45 dini hari. Peringatan ini menjadi alarm resmi yang meminta seluruh penduduk untuk segera mengungsi ke tempat aman dan tetap berada di dalam rumah hingga badai mereda.
Kewaspadaan tinggi sudah terlihat sejak sehari sebelum Topan Ragasa melanda. Sejumlah pemilik toko dan bisnis telah bersiap menghadapi terpaan topan dengan menutup dan mengamankan etalase mereka. Langkah antisipasi ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian material.
Suasana mencekam tergambar jelas di kawasan Mong Kok pada pagi hari. Angin kencang menghantam tanpa ampun, membuat pepohonan dan tanaman bergoyang liar hingga akarnya.
Beberapa pejalan kaki yang memaksakan diri keluar terlihat sempoyongan berjuang melawan terjangan angin, dengan payung yang sudah berubah bentuk menjadi bola logam tak berguna.
Bagi mereka yang terjebak di dalam rumah, malam itu adalah ujian ketahanan psikologis. Laporan dari warga menyebutkan suasana malam yang menegangkan, dimana banyak orang tidak bisa memejamkan mata akibat gabungan suara angin yang menyayat-nyayat dan derasnya hujan yang seolah tak henti.
“Whuut… Whuut… suara anginnya sangat keras dan menakutkan, membuat terbangun dalam tidur,” ujar Teddy Ardianto, jurnalis beritajatim.com yang berada di kawasan Mang Kok Hong Kong, menggambarkan pengalamanmelewati malam panjang bersama amukan Topan Ragasa.
Dengan diaktifkannya sinyal T10, aktivitas publik di Hong Kong praktis terhenti total. Layanan transportasi umum ditangguhkan, bandara membatalkan sejumlah penerbangan, dan perusahaan-perusahaan meminta karyawannya untuk bekerja dari rumah.
Sampai saat ini, pihak berwenang masih terus memantau perkembangan topan dan dampaknya sembari mengimbau masyarakat untuk terus memprioritaskan keselamatan. (ted)






