Magetan (beritajatim.com) – Mbok Yem pemilik warung di kawasan puncak Gunung Lawu Magetan turun gunung jelang Lebaran 2023 pada Jumat (14/04/2023).
Pemilik warung yang berada di ketinggian 3.150 meter diatas permukaan laut (MDPL) itu diangkat menggunakan tandu oleh dua orang yang membantunya mengurus warung.
Wanita bernama asli Wakiyem itu mengaku berangkat turun dari warung pukul 08.00 WIB. Pun, sampai di Basecamp Pos Cemoro Sewu pukul 11.30 WIB.
https://beritajatim.com/peristiwa/evakuasi-porter-mbok-yem-gunung-lawu-hanya-butuh-waktu-2-jam/
Di situ, sudah ada mobil keluarga Mbok Yem dan langsung menuju ke kampung halaman di Dukuh Dagung Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
“Saya turun dari atas sekitar jam delapan pagi. Setiap malam 23 Ramadhan, saya turun gunung. Saat ini turun harus ditandu. Sudah tidak kuat berjalan kaki, sudah tua,” kata Wakiyem sesaat setelah sampai di Cemoro Sewu, Jumat (14/04/2023).
Dia mengaku bakal kembali lagi ke warung di kawasan Pos 5 Gunung Lawu usai lebaran. Pun, dia bakal naik jika kondisinya fit. Sudah dua kali ini ini Mbok Yem mudik lebaran menggunakan tandu lantaran di usia 80 tahun bakal berbahaya baginya jika berjalan sendiri. Pun, saat kembali naik juga ditandu.
Tandunya sederhana, hanya berbahan kayu. Mbok Yem duduk di atas tandu dan kemudian diangkat oleh salah satu orang yang turut mengurus warung yakni Jarwo dan Maryono.
Maryono mengaku jika saat mengantar Mbok Yem mudik perlu istirahat empat kali. Sekitar empat tahun ini Mbok Yem hanya pulang setahun sekali karena usianya yang sudah tua.
“Sebelumnya turun gunung itu bisa setahun tiga kali. Tapi, karena Mbok Yem sudah sepuh ya sekarang tinggal setahun sekali saja pas waktu mau Lebaran begini,” kata Maryono. (fiq/ted).






