Sampang (beritajatim.com) – Sejak berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sampang, persoalan mulai muncul. Salah satunya yakni terjadinya lonjakan volume sampah.
Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang Aulia Arif mengatakan, bahwa saat ini produksi sampah harian sudah menembus angka 27 ton, sehingga membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gunung Maddah berada di ambang kapasitas maksimum.
“Sejak ada MBG, volume sampah naik signifikan. Kalau tidak segera ditangani, tumpukan ini bisa meluber dan memicu bencana lingkungan,” tegasnya. Rabu (1/10/2025).
Menurut data yang ada, terdapat 36 dapur aktif dalam program MBG, yang setiap harinya menyajikan ribuan porsi makanan. Dari aktivitas ini, sekitar 70 persen sampah yang dihasilkan berupa limbah organik seperti sisa makanan dan bahan dapur, serta limbah non-organik seperti kemasan plastik.
” Saat ini kami tengah merancang surat edaran dan standar operasional prosedur (SOP) teknis pengelolaan sampah dapur MBG, namun menurut Aulia, aksi langsung di lapangan jauh lebih mendesak,” pungkasnya.[sar/aje]






