Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan Beasiswa Insan Unggul Baznas (IUB) kepada 40 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Jumat (13/02/2026).
Penerima beasiswa berasal dari IIK Bhakti Wiyata, Polinema PSDKU Kediri, UIN Syech Wasil, UB PSDKU Kediri, Uniska, UNP, dan Universitas Terbuka.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri menegaskan kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
“Kita semua tahu bahwa kemajuan daerah ini ditentukan dari kualitas sumber daya manusianya. Ketika SDM nya bagus, tidak ada angka putus sekolah, dan pendidikannya tinggi. InsyaAllah daerah kita ini bisa menjadi lebih maju,” ujarnya.
Ia mengapresiasi program Beasiswa Insan Unggul Baznas yang dinilai visioner karena tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
Program tersebut membina penerima agar memiliki inisiatif, kreativitas, kemampuan kepemimpinan, soft skill dan hard skill, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian sosial, dengan harapan mampu mentransformasi mustahik menjadi muzakki di masa depan.
“Sehingga nanti harapannya adik-adik ini setelah lulus bisa memberikan kontribusinya yang selaras dengan cita-cita pembangunan Kota Kediri. Manfaatkan beasiswa yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya. Pergunakan untuk menuntaskan pendidikan yang sedang dijalani,” ujarnya.
Menurutnya, program ini selaras dengan visi misi Kota Kediri MAPAN melalui Sapta Cita Pembangunan, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang produktif, kreatif, dan inovatif melalui pendidikan.
Pemkot Kediri berharap mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan daya saing tinggi sehingga mampu menciptakan peluang dan menjadi pelaku perubahan.
“Saya juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Baznas, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Bagian Kesra, serta berbagai perguruan tinggi di Kota Kediri. Kolaborasi inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Mari kita bersama-sama menguatkan komitmen, mempererat kolaborasi, dan memastikan bahwa setiap anak Kota Kediri memiliki kesempatan yang adil untuk meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Kota Kediri Abdul Basith menyampaikan setiap penerima mendapatkan bantuan biaya UKT maksimal Rp2 juta.
Menurutnya, program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan tinggi. “Dengan pendidikan tinggi harapannya mereka berpeluang mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dari orang tuanya. Baznas berjuang keras memaksimalkan zakat, infaq, shodaqoh sebanyaknya. Sehingga kekuatan Baznas untuk memberikan bantuan pendidikan juga semakin besar,” imbuhnya.
Turut hadir Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri A. Zamroni, Kabag Kesra Yono Heriyadi, Kabag Prokopim Adi Sutrisno, perwakilan Dinas Pendidikan, serta tamu undangan lainnya. [nm/kun]






