Kediri (beritajatim.com) – Warga Kota Kediri segera dapat menyaksikan turnamen bola basket bertaraf pembinaan yang diberi nama Mbak Dina Cup 2025, sebuah ajang yang digagas oleh anggota DPRD Kota Kediri, Dinayana Kristian, sebagai upaya untuk menghidupkan kembali semangat olahraga basket di daerah tersebut.
Turnamen ini merupakan hasil aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya kompetisi bola basket secara rutin di Kota Kediri. Dinayana, legislator dari Fraksi PAN Komisi B yang membidangi kepemudaan dan olahraga, menjelaskan bahwa penyelenggaraan ajang ini menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali kejayaan basket di Kediri.
“Bahwa perlu banyak event seperti olahraga basket yang dilaksanakan di Kota Kediri. Kalau kita lihat ke belakang sejarah singkat olahraga bola basket di Kota Kediri ternyata sebelumnya punya nama besar. Nah oleh karena itu tahun ini saya melaksanakan kompetisi bola basket Mbak Dina supaya Kota Kediri bisa seperti yang dulu. Artinya dengan banyaknya kompetisi anak-anak akan rajin latihan. Bibit-bibit unggul bakal terlahir dari sini. Apalagi Kota Kediri akan jadi tuan rumah Porprov,” terangnya, Senin.
Dinayana juga menilai, olahraga basket memiliki potensi besar di tengah masyarakat. Selain populer, turnamen ini diharapkan dapat mendukung program pengembangan olahraga yang dicanangkan oleh Wali Kota Kediri.
“Siapa tahu dengan semakin banyaknya kompetisi bola basket di Kota Kediri yang notabene pesertanya juga banyak dari luar kota diharapkan akan berkelanjutan dan Kediri akan semakin nganeni. Ada Wali Kota Cup dan kompetisi saya semoga saja acaranya berjalan sukses dan di tahun berikutnya dapat terlaksana lagi,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Ichbal Setiawan mengungkapkan bahwa Mbak Dina Cup 2025 difokuskan pada pembinaan atlet muda. Sebanyak 47 tim dari tingkat SD, SMP, dan SMA akan berpartisipasi dengan batas usia maksimal 16 tahun. Untuk mengukur kemampuan para atlet muda Kediri, panitia juga mengundang peserta dari luar daerah, seperti Kabupaten Kediri, Tulungagung, dan Nganjuk.
“Tujuannya untuk tolak ukur, kami akan melaporkan pencapaian ini ke KONI dan Perbasi agar mereka bisa menentukan pembinaan selanjutnya untuk kemajuan basket Kediri,” jelas Ichbal.
Format pertandingan dibagi menjadi lima kategori: SD Putra, SMP Putra dan Putri, serta SMA Putra dan Putri. Untuk kategori SMP dan SMA digunakan sistem setengah kompetisi, sementara SD memakai sistem penuh agar pemain mendapat lebih banyak pengalaman bertanding.
Selain hadiah bagi juara 1, 2, dan 3, panitia juga menyiapkan penghargaan individu seperti Best Player, Pelatih Terbaik, Tim Fair Play, dan Most Supportive Full. Tak hanya fokus pada kompetisi, panitia juga bekerja sama dengan KMC untuk memberikan edukasi mengenai penanganan cedera, serta merencanakan Coaching Clinic bagi peserta muda.
Turnamen akan berlangsung di GOR Universitas Kediri dengan sistem penjualan tiket melalui sekolah masing-masing peserta. Langkah ini diambil untuk mengatur jumlah penonton demi keamanan dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung. [nm/kun]






