Kediri (beritajatim.com) – Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kawasan hutan di dekat Bandara Dhoho, Anggota DPR RI Anggia Ermarini dan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri bersama sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) menggelar gerakan menanam pohon di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Jumat (10/1/2025).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk HIPMI, Sapma PP, GP Ansor, PMII, LPBI NU, Banser, Penyuluh Kemenag, dan masyarakat sekitar yang peduli terhadap lingkungan.
Anggia Ermarini, yang juga Anggota DPR RI Komisi VI, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk pelestarian lingkungan.
“Isu lingkungan merupakan isu yang sedang naik daun dan diperlukan semua pihak untuk melestarikannya,” ujar Anggia.
Ia juga mengapresiasi sinergi dari seluruh ormas yang terlibat, seraya menyebut bahwa kekompakan ini menciptakan kekuatan luar biasa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, Anggia menyoroti potensi Desa Kalipang yang berdekatan dengan Bandara Internasional Dhoho. Dengan keindahan alam yang dimiliki, kawasan ini dinilai dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang mendukung pertumbuhan UMKM lokal jika dijaga dengan baik.
“Tidak hanya sekedar apa yang sudah dilakukan oleh bapak ibu sekalian hari ini, tetapi ada inovasi. Apalagi saya sekarang ada di Komisi VI, lebih prioritas pada isu lingkungan. Acara ini tentu menjadi awal untuk berdiskusi lebih banyak lagi,” tambahnya.
Ahmad Ahla, perwakilan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri, menjelaskan alasan memilih Desa Kalipang sebagai lokasi penanaman pohon. Menurutnya, wilayah ini akhir-akhir ini mengalami bencana banjir yang merugikan masyarakat.
“Kalau hari ini tidak kita mulai untuk penanaman, maka kita tidak berharap di kemudian hari akan terjadi bencana seperti yang terjadi waktu lalu di Desa Kalipang khususnya,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ahla itu.
Program penghijauan yang diinisiasi oleh Anggia Ermarini ini telah berjalan hampir dua tahun, dengan fokus utama di lereng Gunung Kelud. Beberapa wilayah seperti Ngancar, Kepung, dan Puncu telah menjadi lokasi kegiatan sebelumnya. Hingga kini, kegiatan serupa telah dilakukan sebanyak enam kali, termasuk di wilayah barat Kediri yang berada di lereng Gunung Wilis.
“Insyaallah, kalau musim hujan ini kita agendakan dua minggu sampai satu bulan sekali. Cuma kalau nanti musim kemarau, kita menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan penanaman,” imbuhnya.
Langkah ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menghadapi tantangan lingkungan, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis ekowisata di kawasan tersebut. [ian]






