Gresik (beritajatim.com)- Mayat di dalam kardus yang dibuang di bahu Jalan Raya Kedamean Gresik diduga korban pemerkosaan. Hal ini disampaikan Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu setelah mendapatkan hasil otopsi.
Rovan menjelaskan dari hasil otopsi ada beberapa luka yang dialami di tubuh korban. Salah satunya ada luka memar di bagian kepala, serta memar pada selaput selangkahan dan ada cairan putih. Namun, pada dada korban tidak ditemukan ada kekerasan.
“Dari hasil semua itu, kami juga melakukan pemeriksaan toksikologi pada tubuh korban. Hasil otopsi diperkirakan jenazah korban masih 18 jam sebelum dilakukan pemeriksaan otopsi,” paparnya.
Masih menurut Rovan, korban tewas akibat ada kekerasan benda tumpul dibagian kepala sehingga mengalami pendarahan lalu meninggal, sebelum dimasukkan ke dalam kardus.
“Identitas pelaku sudah kami kantongi. Kami mohon doanya agar segera tertangkap,” paparnya.
Seperti diberitakan, identitas mayat yang dibuang di dalam kardus berinisial SAC (30) yang berprofesi sebagai ojek online. Korban merupakan warga Pecantingan Sekardangan, Sidoarjo.
Saat ditemukan kondisinya sangat miris. Tubuhnya ditemukan banyak luka sebelum dimasukkan ke dalam kardus yang dilakban plastik. Penemuan mayat ini menghebohkan warga karena berada di Jalan Raya Kedamean Gresik. [dny/aje]






