Gresik (beritajatim.com) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini kembali dirayakan dengan penuh suka cita di berbagai daerah, tak terkecuali di Pulau Bawean, Gresik. Di sini, tradisi ‘Berkat Molod’ menjadi salah satu momen yang paling dinanti. Berbeda dengan daerah lain, ukuran aneka makanan di Pulau Bawean jauh lebih besar, dengan panjang mencapai 1 hingga 2 meter.
Peringatan Maulid di Bawean, khususnya di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, bukan hanya sekadar perayaan kelahiran Rasulullah, tetapi juga sebuah ajang untuk mempererat hubungan antarwarga.
Para jemaah yang hadir di masjid tidak hanya mengikuti rangkaian doa bersama, tetapi juga saling bertukar bingkisan yang disusun dengan rapi menggunakan ember dan anyaman bambu. Bingkisan ini berisi berbagai macam makanan dan perabot rumah tangga, yang menjadi simbol kebahagiaan dan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah.
Faiz, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa setiap bingkisan yang disiapkan memerlukan dana sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. “Rata-rata menghabiskan dana Rp 1,5- Rp 3 juta tiap bingkisan,” ujarnya.
Dalam setiap bingkisan tersebut, terdapat dua barang yang sering ditemukan: telur yang melambangkan kelahiran dan bunga yang melambangkan kebahagiaan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Tradisi yang sudah turun-temurun ini sangat penting untuk mempererat ukhuwah islamiyah serta menjaga warisan budaya dan religi yang khas,” kata Faiz, seorang pemuda berusia 26 tahun.
Ali Subhan, tokoh masyarakat setempat, menambahkan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga momentum untuk memperkokoh nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan cinta tanah kelahiran.
“Semoga generasi muda Bawean terus melestarikan tradisi islami ini, agar ajaran Rasulullah SAW selalu menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Berkat Molod yang khas ini bukan hanya ritual tradisional, tetapi juga cerminan dari kekuatan kebersamaan dan cinta terhadap tanah kelahiran. Tradisi ini diharapkan terus terjaga, baik sebagai bagian dari warisan budaya maupun sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam yang tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari. [dny/suf]






