Mojokerto (beritajatim.com) – Masjid Al Mubarok di Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto kembali menjadi jujukan masyarakat.
Ini lantaran pohon Kurma Azwa yang ada di halaman masjid yang dipercaya bisa membantu program kehamilan tersebut panen.
Pohon kurma tersebut ada di sudut timur-selatan halaman depan masjid. Pohon kurma tersebut memiliki ketinggian 10 meter lebih, diameter batang pohon mencapai 1 meter sudah berusia 20 tahun lebih. Bibit pohon kurma sengaja dibawa oleh sesesuh kelurahan setempat, H Ahmad.
Bibit pohon kurma tersebut ditanam di halaman masjid pada tahun 1992 lalu, dalam satu tahun berbuah setiap empat bulan sekali.
Buah kurma jenis Azwa atau dikenal dengan kurma Nabi itu menjadi buah yang ditunggu-tunggu pasangan suami-istri istri yang menginginkan kehamilan.
Buah kurma jenis ini bentuknya lebih kecil dari kurma pada umumnya, buahnya cukup lebat. Meski masih muda namun sudah dinanti masyarakat hingga luar Kota Mojokerto. Sehingga saat berbuah, Masjid Al Mubarok banyak diserbu pasangan suami-istri yang belum dikaruniai anak.
Untuk sekali panen, pengurus masjid dapat mengumpulkan buah kurma hingga 10 kg lebih. Pengurus masjid membagi kurma dalam hitungan ganjil, mulai dari tiga biji kurma hingga 11 biji kurma yang dibungkus plastik lengkap dengan tata cara mengkonsumsinya.
Panitia Masjid Al Mubarok menyiapkan kurma yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Panitia membungkus buah kurma dalam wadah plastik bening menjadi 1.000 paket. Hasil panen buah kurma dibagikan ke masyarakat secara gratis kepada masyarakat. Pengurus masjid membuat nomor antrean untuk mendapatkan buah kurma ini, antreanpun mencapai 500 orang.
Salah satu masyarakat, Rina mengatakan, jika ia mengantre sejak pukul 06.00 WIB. “Untuk memperoleh keturunan. Setahun menikah belum hamil. Baru pertama kali ini, katanya bisa cepat hamil makanya saya ke sini,” ungkapnya, Minggu (7/8/2022).
Sementara itu, Takmir Masjid Al Mubarok, Hasan (52) mengatakan, kurma di Masjid Al Mubarok dipercaya untuk mempunyai keturunan. “Bisa mempunyai keturunan jadi orang-orang ini datang ke sini. Karena panitia share jadi banyak yang datang ke sini untuk mengambil kurma,” katanya.
Sehingga semua bisa tahu jika kurma di Masjid Al Mubarok sudah panen. Kurma di Masjid Al Mubarok panen setiap empat bulan sekali. Masyarakat yang datang, tidak hanya dari Mojokerto saja, namun juga dari luar kota, bahkan datang dari luar pulau. Seperti Kalimantan dan Sulawesi.
“Untuk pembagian ini, mulai pukul 6 (pagi) tadi. Kalau untuk yang dekat bisa ambil hari ini, untuk besok masyarakat yang dari jauh. Kita juga berikan tata cara untuk konsumsi kurma ini dan kira berikan keyakinan jika mengabulkan semuanya ini adalah Allah SWT,” ujarnya.

Sehingga apa yang diinginkan masyarakat dengan mengkonsumsi kurma tersebut bisa terkabul. Selain dipercaya bisa membantu program kehamilan, buah kurma tersebut juga dipercaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit.
“Sudah 500 nomor antrean dan 50 pemesanan dari Jakarta, Kalimantan dan Bali. Buah kurma ini dibagikan gratis meski ada masyarakat yang memberikan sumbangan ke masjid berupa uang, material bangunan hingga hibah tanah,” lanjut Sekretaris Masjid Al Mubarok, Eko Budi Sundoro.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kurma”]
Eko berharap pohon kurma yang berbuah setiap empat bulan ini dapat tumbuh secara baik dan berbuah lebat sehingga bermanfaat bagi masyarakat setempat. Eko juga berharap buah kurma di Masjid Al Mubarok bisa menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke Kota Mojokerto.
Untuk proses perawatan kurma, selama puluhan tahun ini pengurus tidak mengalami kesulitan. Perawatannya, tidak berbeda dengan pohon-pohon pada umumnya. Agar pertumbuhan kurma dan azas manfaat buahnya tetap menyambung dengan negara asalnya, pasca panen disiram dengan air zam-zam.
Setelah panen pohon kurma disiram air zam-zam antara 3 sampai 5 liter. Air zam-zam tersebut disiram di bagian bawah pohon yang sudah dilubangi. [tin/ted]







