Bojonegoro (beritajatim.com) – Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro Zaenal Fanani menjamin, stok pupuk subsidi dalam kondisi aman. Terutama memasuki musim tanam pertama pada 2025, Jumat (25/4/2025).
Untuk menjamin stok pupuk subsidi tersebut, pihaknya juga melakukan peninjauan ke gudang pupuk yang ada di Kecamatan Sumberrejo. Kunjungan itu dilakukan bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Bojonegoro, KODIM 0813 Bojonegoro, dan Distributor CV Luas Nusa.
Stok pupuk yang ada di Gudang Penyangga Pupuk Sumberrejo 2 saat ini masih sangat mencukupi. Menurut Kepala Gudang, Anwar, stok pupuk di Gudang 2 Sumberrejo stoknya sebanyak 3.763,508 Ton. “Stok pupuk tersebut terdiri dari pupuk urea sebanyak 1.698,568 ton, NPK sebanyak 2.034,02 ton, dan petroganik sebanyak 30,920 ton,” jelasnya.
Sementara Plt Kepala DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani, juga menegaskan bahwa kelangkaan pupuk di Bojonegoro tidak benar. Menurut data yang dimiliki, alokasi pupuk 2025 dengan penyerapan pupuk MT 1 masih sekitar 16,8 persen.
“Hasil sidak di Gudang Penyangga 1 Pupuk Petrokimia Baureno masih ada stok 3.763,508 ton, yang berarti masih sangat aman,” paparnya.
Perlu diingat bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi menurut keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 734/KPTS/SR.30/M/09/2022 yaitu Pupuk Urea per kg: Rp2.250,00 Pupuk NPK Phonska per kg: Rp2.300,00 Pupuk NPK untuk Kakao per kg: Rp3.300,00.
Salah satu kios pupuk di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Sungkowo menyampaikan bahwa penyerapan sudah dilakukan oleh petani dan penyerapan sudah 100 persen di wilayah Ngampal, “Sudah 100 persen penyerapannya dan sudah terpenuhi,” ujarnya. [lus/kun]






